Pencarian populer

Jembatan Ujung Galuh, Wajah Baru Surabaya Kini

Risma meninjau Jembatan Ujung Galuh (Foto: Dishub Surabaya)

Masyarakat Surabaya saat ini mempunyai jembatan baru bernama Jembatan Ujung Galuh. Jembatan ini didesain sendiri oleh Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini.

Jembatan Ujung Galuh dibangun untuk mengurai macet di kawasan Darmo dan Ngagel, juga untuk meningkatkan ekonomi kawasan Surabaya bagian selatan. Selain itu, jembatan ini pun akan dimanfaatkan sebagai pusat rekreasi masyarakat di sekitarnya.

Pemerintah Kota Surabaya juga akan menunjang jembatan dengan beberapa fasilitas menarik untuk semua kalangan usia, seperti taman bermain hingga jogging track.

Risma menyebut Jembatan Ujung Galuh didesain dengan gaya eksklusif dan berbeda dengan jembatan lainnya. Risma mengaku mendesain jembatan modern tersebut dengan dibantu oleh tim organisasi perangkat daerah terkait.

Risma sendiri adalah seorang sarjana arsitektur ITS sehingga ia paham betul soal urusan mendesain bangunan. Jembatan Ujung Galuh ia desain dengan konsep menyatu dengan lingkungan di sekitarnya yang banyak berdiri bangunan kuno. Ornamen jembatan diharapkan bisa menghibur pengguna jalan.

"Kalau ide, saya sendiri. Kami selalu mendesain berbeda pada setiap jembatan. Jembatan juga kita manfaatkan untuk wisata di pinggir sungai," ujar Risma sembari tersenyum, Selasa (6/3).

Jembatan ini memiliki panjang 46,43 meter dan lebar 9 meter. Jembatan ini dilengkapi trotoar lebar untuk pejalan kaki. Jembatan kian cantik dengan dua taman hijau dan jalan inspeksi. Jembatan ini juga dilengkapi traffic light serta kamera pengawas.

Pada malam hari, jembatan ini memancarkan cahaya ungu yang Instagramable.

Memanjakan pecinta olahraga lari

Di Jembatan Ujung Galuh, tersedia jalur khusus bagi masyarakat yang gemar olahraga berupa lintasan lari atau jogging track di bawah jembatan atau pinggir sungai. Lintasan akan memanjang hingga sekitar dua kilometer.

Lintasan tidak akan dibuat dari plester semen ataupun karet matras. Satuan tim penggarap jembatan sudah mengumpulkan ratusan sandal jepit karet bekas untuk bahan baku pembuatan lintasan.

Risma meninjau Jembatan Ujung Galuh (Foto: Dishub Surabaya)

Karet-karet bekas dari sandal ataupun ban kemudian dibersihkan dan dipotong-potong hingga melewati proses tertentu sehingga berwujud seperti matras. Sehingga lintasan yang empuk akan memberikan kenyamanan berlari atau jogging bagi masyarakat.

"Pengganti matras kan mahal. Kita kumpulin dari TPA ternyata banyak sekali kita temukan sampah sandal-sandal bekas. Jadi bisa dimanfaatkan," jelas Risma.

Diuji coba berulang kali

Jelang dibuka awal Mei nanti, Jembatan Ujung Galuh terus diuji coba. Pemerintah Kota Surabaya lewat Dinas PU dan Bina Marga dan Pematusan (DPUBMP) sebelumnya telah menguji coba Jembatan ini pada Maret lalu. DUPMB kembali menguji kemampuan daya tahan Jembatan Ujung Galuh, Selasa (24/4). Jembatan ini akan dilewati kendaraan besar hingga ratusan ton sebagai uji coba.

Sekitar 08.00 WIB, sudah terparkir sejumlah kendaraan besar di tepi kiri dan kanan jembatan yang dibuat November 2017 lalu. Ada tiga truk trailer yang memuat eskavator berberat total sekitar 17 ton. Ditambah empat dump truck. Semua kendaraan besar itu milik operasional DPUBMP.

Petugas gabungan Dinas Perhubungan Surabaya, polisi lalu lintas dan Satgas Pematusan sudah bersiaga di areal jembatan. Petugas bahkan membuat tenda posko di samping jembatan.

Uji kemampuan Jembatan Ujung Galuh. (Foto: Phaksy Sukowati/kumparan)

Menurut Erna, Jembatan Ujung Galuh didesain dengan kapasitas maksimal beban 25 ton dengan usia lifetime 50 tahun. Namun secara dinamis jembatan tetap akan mendapat perawatan berkala sebelum mencapai 50 tahun.

Rencananya dalam waktu sehari hingga malam nanti, tim laboratorium akan menguji ketahanan jembatan dengan beban tonase mencapai 200 ton. Beban kendaraan juga akan dilakukan secara statis dan perjalanan.

Jembatan Ujung Galuh akan diresmikan Risma pada awal Mei 2018. Pada Selasa (24/4/2018), dilakukan uji beban pada jembatan itu.

Tidak abai jembatan lama

DPUBMP saat ini tidak hanya berfokus pada evaluasi jembatan baru seperti Jembatan Ujung Galuh. Rencananya, DPUBMP akan menganalisis kondisi terakhir 20 jembatan tua di Surabaya dalam beberapa waktu mendatang.

Kasus ambruknya Jembatan Widang Babat-Tuban pekan lalu rupanya menjadi peringatan pihak dinas terkait. Pasalnya, Surabaya juga memiliki banyak jembatan tua, bahkan sisa peninggalan Belanda. Beberapa di antaranya masih berdiri dan beroperasi hingga saat ini.

Risma meninjau Jembatan Ujung Galuh (Foto: Dishub Surabaya)

"Jembatan yang lifetime-nya lama itu yang kami rencanakan akan lakukan analisis. Terutama jembatan yang berdiri sisa peninggalan Belanda," ujar Kabid Perancangan dan Pengawasan DPUBMP Surabaya, Ridlo Noor Wahab, saat uji beban Jembatan Ujung Galuh, Selasa (24/4).

Ridlo mengungkapkan, secara teknis, Pemkot Surabaya kembali akan bekerja sama dengan Tim Lab ITS untuk menyurvei dan mendokumentasi kondisi ketahanan jembatan. Hanya saja, upaya tersebut akan dilakukan secara bertahap dengan menitikberatkan kepada jembatan yang dinilai paling kuno dan pemakaian lama.

"Kita lihat urgensinya dulu. Kita juga akan siapkan internal dan eksternal. Yang pasti kita tetap membutuhkan tim dari ITS sebagai dokumentatornya," ujar Ridlo.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: web: