kumparan
26 Agu 2019 13:55 WIB

Jenazah Ditolak Ambulans Jadi Pelajaran Petugas Puskesmas Lebih Empati

Mobil ambulans di Puskesmas Cikokol, Tangerang. Foto: Maulana Ramadhan/kumparan
Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Tangerang, dr. Liza Puspitadewi, mengaku banyak mengambil pelajaran dari kasus jenazah ditolak ambulans di Puskesmas Cikokol. Liza berharap, dari kasus ini, ia beserta jajarannya akan meningkatkan rasa empatinya.
ADVERTISEMENT
"Dengan adanya kasus ini, mudah-mudahan ini akan mempertajam empati, sehingga kami bisa melayani masyarakat Kota Tangerang, dengan profesional, inovasi yang kami miliki. Kami juga memiliki simpati dan empati kepada masyarakat," ujar Liza di kantornya di Jalan Daan Mogot, Kota Tangerang, Senin (26/8).
Kadinkes Kota Tangerang, dr Liza Puspitadewi (tengah). Foto: Maulana Ramadhan/kumparan
Liza menambahkan, selain soal empati, ke depan pihaknya juga akan memperbaiki koordinasi antarinstansi demi kebaikan masyarakat Kota Tangerang.
"Tugas kami adalah memberikan pelayanan publik, dan bagaimana kami bisa mencerdaskan, mengedukasi semua masyarakat Kota Tangerang," jelas Liza.
Kasus pengangkutan jenazah ditolak menggunakan ambulans bermula saat Supriyadi terpaksa membopong jenazah keponakannya, Husein, lantaran pihak Puskesmas Cikokol tidak memberikan layanan ambulans.
Ambulans 119 yang terdapat di Puskesmas Cikokol Tangerang. Foto: Maulana Ramadhan/kumparan
Saat itu, pihak puskesmas mengatakan bahwa ambulans dikhususkan untuk pasien sakit. Kini, Dinkes Kota Tangerang telah merevisi aturan SOP penggunaan ambulans yang bisa digunakan untuk membawa jenazah.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan