kumparan
14 Mar 2019 12:48 WIB

JK: Kebenaran Sekarang Bukan di Tangan Pejabat, Tapi di Tangan Rakyat

Jusuf Kalla di acara Temu Alumni IKA PIMNAS di Gedung LAN. Foto: Dok. Setwapres
Wakil Presiden Jusuf Kalla membuka International Reform Policy Symposium and Regional Workshop di Bali Nusa Dua Convention Center Bali, Kamis (14/3).
ADVERTISEMENT
JK membuka acara ini didampingi oleh Gubernur Bali I Wayan Koster dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Syafruddin.
Acara yang mengusung tema State Capacity for Public Sector Reform and National Development in Indonesia, Korea, and Southeast Asia ini dihadiri oleh 11 perwakilan negara ASEAN.
Sejumlah perwakilan negara ini berkumpul saling berbagi informasi mengenai reformasi birokrasi negara masing-masing. Acara ini akan berlangsung selama dua hari, Kamis dan Jumat (14-15/3).
Simposium ini akan fokus mengupas 5 tema yang menjadi kunci keberhasilan reformasi birokrasi, yaitu penganggaran berbasis kinerja, transparansi dan akuntabilitas, e-Government, integritas ASN, dan reformasi birokrasi pemerintahan daerah.
Dalam sambutannya, JK menerangkan dalam 20 tahun terakhir, Indonesia telah mengalami reformasi dari negara sentralistik dan otoriter menjadi negara desentralisasi. Maka, jalan pemerintahan di Indonesia pun ikut beradaptasi. Pada rezim demokrasi ini membuka peluang bagi pemerintah daerah untuk menggerakkan daerahnya sendiri.
ADVERTISEMENT
"Kalau dulu DPR pemerintah daerah selalu menunggu instruksi dari pusat, maka dewasa ini maka harus otonomi harus berdiri lebih tegak lagi untuk menjalin hubungan hubungan itu. Kalau dahulu kementerian dan lembaga mengatur sampai di kabupaten, maka dewasa ini semua hanya memberikan arahan dan dilaksanakan oleh pemerintah daerah setempat," kata JK.
Dengan reformasi birokrasi saat ini, JK ingin seluruh pemerintah daerah (pemda) mampu memperkuat sistem pemerintahan lewat pengetahuan dan teknologi yang berkesinambungan. Apalagi, saat ini, pengetahuan masyarakat juga telah ikut beradaptasi.
Wakil Presien Jusuf Kalla. Foto: Kevin Kurnianto/kumparan

"Kalau zaman dahulu apa yang dikatakan oleh pejabat itu adalah kebenaran, sekarang ini kebenaran ada di tangan rakyat. Semua itu membutuhkan suatu perubahan sistem yang diakui. Itulah menjadi bagian daripada perlunya kita saling belajar," kata Jusuf Kalla.

ADVERTISEMENT
JK juga memandang sistem pemerintaah negara-negara di ASEAN saat ini juga lebih tertib dan lebih baik dibandingkan beberapa negara di Timur Tengah ataupun Afrika. Untuk itu, ia berharap dengan pertemuan ini ada manfaat yang diperoleh oleh para peserta.
"Kita lihat di Afrika maka tentu banyak masalah, kita lihat di Timur Tengah begitu banyak masalah, malah di Eropa dengan lebih populis demokratis, maka tentu menimbulkan perubahan-perubahan. Juga pertentangan pertentangan di Asia Timur menyebabkan suatu gejala bahwa suatu negara regional ASEAN ini harus bersatu untuk mempunyai sikap dan cara sistem yang saling mengisi," ujar JK.
"Tentu saya ucapkan terima kasih kepada wakil-wakil dari negara-negara ASEAN yang hadir dalam acara ini untuk kita bicara belajar satu sama lain tentang pengalaman yang berhasil dan menghindari pengalaman-pengalaman yang gagal. Itulah guna (kegiatan) seperti ini, untuk memberikan kita pelajaran pengalaman dan juga sistem yang terbaik," kata JK.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan