kumparan
10 Sep 2018 15:44 WIB

JK: Kita Surprise Juga Gerakan #2019GantiPresiden di Solo Besar

Wakil Presiden Jusuf Kalla memberikan sambutan pada Closing Ceremony Asian Games 2018, Minggu (2/9/18). (Foto: Tim Media Wapres)
Aksi #2019GantiPresiden di Solo, berlangsung lancar setelah penyelenggara tidak memberi label tagar #2019GantiPresiden. Penyelenggara mengubah tema acara menjadi 'Jalan Sehat Umat Islam.'
ADVERTISEMENT
Wapres Jusuf Kalla terkejut dengan banyaknya massa yang hadir dalam aksi itu. Selain dihadiri banyak peserta, acara yang diselenggarakan di kampung halaman Presiden Joko Widodo itu berjalan damai tanpa konflik.
"Ternyata kan tidak ada konflik di Solo itu, walaupun banyak ya. Kita surprise juga begitu besar di Solo. Tapi tidak ada apa-apa. Tidak konflik, sekiranya dia bawa ganti presiden mungkin terjadi konflik malah," kata JK di Kantor Wakil Presiden, Jakarta Pusat, Senin (10/9).
JK mengatakan, kegiatan #2019GantiPresiden memang beberapa kali dilarang dengan alasan menghindari konflik di masyarakat. Namun, larangan itu bukan berarti masyarakat tidak boleh mengekspresikan pendapatnya di muka umum.
"Yang di Solo memang dilarang, bukan hanya di Solo, di banyak tempat supaya jangan menimbulkan konflik. Bukan dilarang karena berpendapat, tapi supaya jangan jadi konflik," kata JK.
Aksi #2019GantiPresiden di Solo. (Foto: Dok. Istimewa)
"Karena itu, tidak diadakan di mana pun secara resmi apabila kita izin pemerintah. Yang terjadi di Solo kemudian kan gerak jalan santai bareng masyarakat. Saya pikir tidak ada hubungannya itu, bahwa mungkin orangnya sama, tapi tidak berhubungan dengan ganti presiden itu," jelasnya.
ADVERTISEMENT
JK yang juga Ketua Dewan Pengarah TKN Jokowi - Ma'ruf Amin itu menyebut aksi di Solo itu adalah hal yang wajar. Sejumlah pendukung Jokowi - Ma'ruf juga melakukan hal yang sama, mendeklarasikan dukungan kelompoknya pada timses Jokowi - Ma'ruf.
JK juga belum bisa menyebut apakah aksi #2019GantiPresiden atau Jalan Sehat Umat Islam di Solo itu akan mempengaruhi elektabilitas Jokowi di Pilpres 2019.
"Pengaruh atau tidak, nanti kita lihat hasilnyalah. Bahwa tentu ada saja pengaruh-pengaruh, tapi lain pihak ada pengaruh juga dalam hal kampanye. Dari Pak Jokowi dan Pak Ma'ruf, ada juga masyarakat, relawan-relawan juga memberikan kampanye yang sama," ujarnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan