kumparan
16 Jan 2019 0:25 WIB

JK Kutip Kahlil Gibran: Beda Budaya Harus Menyatukan, Bukan Memisahkan

Wapres Jusuf Kalla dalam Peluncuran Dewan Kebudayaan Asia di Kamboja, Selasa (15/1). (Foto: Dok. Setwapres)
Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menghadiri peluncuran Dewan Budaya Asia (Asian Culture Council) di di The Elephant Terrace Angkor Park, Kamboja. Dalam peluncuran itu, JK berpidato sambil mengutip kata-kata Kahlil Gibran, terkait makna perbedaan yang harusnya menyatukan masyarakat.
ADVERTISEMENT
"Biarkan perbedaan kebudayaan menjadi samudera yang menyatukan jiwa-jiwa kita. Ada banyak kesamaan di antara budaya kita yang perlu kita kembangkan untuk perbaikan kehidupan manusia secara keseluruhan,” kata JK di Kamboja, Selasa (15/1).
Di hadapan para delegasi dari sejumlah negara di Asia, JK menyebut bahwa Indonesia terdiri dari masyarakat yang berasal dari beragam latar belakang. Perbedaan tersebut dimaknai dengan kalimat 'Bhinneka Tunggal Ika'.
“Negara Indonesia mengakui keragaman budaya, seraya menekankan persatuan sebagaimana tercermin dalam motto dan prinsip negara kami, 'Bhinneka Tunggal Ika," ucapnya.
Wapres Jusuf Kalla dalam Peluncuran Dewan Kebudayaan Asia di Kamboja, Selasa (15/1). (Foto: Dok. Setwapres)
Selain itu, JK juga menyambut baik pembentukan Dewan Budaya Asia (ACC) ini. Ia berharap ACC ini dapat meningkatkan kerja sama antara negara-negara Asia di bidang tata kelola budaya dan pembangunan berkelanjutan.
ADVERTISEMENT
Diketahui, Dewan Kebudayaan Asia dibentuk untuk mewadahi kerja sama kebudayaan antara negara-negara di Asia.
“Saya percaya dewan ini dapat mempromosikan identitas anggota, sebuah identitas perdamaian, toleransi, dan kasih sayang orang Asia, semua ini sangat penting dalam membangun kembali peradaban dunia yang lebih damai,” ujarnya.
Hadir dalam kesempatan itu mendampingi JK, Menteri ESDM Ignasius Jonan, Wakil Menteri Luar Negeri A.M. Fachir, Dubes RI Phnom Penh Sudirman Haseng. Selain itu hadir pula Kepala Sekretariat Wakil Presiden Mohamad Oemar, hingga Ketua Dewan Pakar Partai Golkar Agung Laksono.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan