Pencarian populer

JK Tinjau Penanganan Banjir di Gowa, Kunjungi Bendungan Bili-Bili

Wakil Presiden RI Jusuf Kalla meninjau Bendungan Bili-Bili, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. (Foto: Dok. Setwapres)

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) meninjau penanganan bencana banjir di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Lokasi pertama yang dikunjungi yakni Bendungan Bili-Bili untuk melihat kondisi bendungan tersebut melalui ruang kontrol.

JK menyoroti warna air sungai yang berwarna cokelat pekat. Menurutnya, warna air yang berwarna cokelat pekat itu disebabkan adanya kerusakan di hulu.

"Kalau air sudah cokelat, berarti di hulu sudah rusak," kata JK di Bendungan Bili-Bili, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Minggu (27/1).

Wakil Presiden RI Jusuf Kalla meninjau Jembatan Tanakaraeng yang putus. (Foto: Nadia Riso/kumparan)

JK kemudian melakukan pertemuan tertutup dengan pengelola Bendungan Bili-Bili dan Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan selama sekitar 1 jam. Setelahnya, JK beserta rombongan bertolak menuju Jembatan Tana Karaeng yang putus karena derasnya debit air sungai akibat hujan deras yang mengguyur selama beberapa hari terakhir.

Jembatan Tana Karaeng merupakan akses penghubung antara Desa Tana Karaeng, Desa Moncongloe, dan Kecamatan Parangloe.

Di lokasi, JK kembali menerima pemaparan serta laporan terkait kondisi sementara jembatan yang putus, serta derasnya debit air sungai. JK juga sempat melihat kondisi jembatan yang saat ini dipasangi garis polisi.

Wakil Presiden RI Jusuf Kalla meninjau Jembatan Tanakaraeng yang putus. (Foto: Nadia Riso/kumparan)

Usai meninjau Jembatan Tana Karaeng, JK akan memimpin rapat penanggulangan bencana banjir bandang dan tanah longsor di Kantor Gubernur Sulsel. Dalam kunjungan ini, JK tampak didampingi Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah, Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, dan Kepala BNPB Doni Monardo.

Intensitas hujan yang tinggi selama beberapa hari belakangan menyebabkan banjir di sejumlah wilayah di Sulsel, yakni Kota Makassar, Kabupaten Gowa, Kabupaten Maros, Kabupaten Pangkep, Kabupaten Barru, dan Kabupaten Soppeng.

Berdasarkan data BPBD Sulsel, 57 orang dinyatakan meninggal dunia akibat banjir dan longsor. Kabupaten Gowa menjadi lokasi dengan dampak terparah, yaitu 42 orang meninggal dunia dan 21 lainnya dinyatakan hilang. Sementara 2.121 orang harus mengungsi.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.57