Pencarian populer

JK: Urusan Perda Agama Terlalu Kecil untuk Dijadikan Masalah

Wapres JK di Indonesia-China Business Summit (Foto: Dok. Setwapres)
Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) kembali berkomentar soal rencana penolakan peraturan daerah (Perda) berlandaskan agama, termasuk Perda Syariah yang disuarakan Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Menurut JK, persoalan terkait perda tersebut terlalu kecil untuk dijadikan masalah.
ADVERTISEMENT
"Kalau perda hanya urusan gubernur, justru syariah itu perintah (dari) Allah SWT dan rasulnya yang harus kita taati, jauh lebih tinggi daripada (perda) itu," kata JK saat memberi sambutan di pembukaan silaturahmi nasional (silatnas) para dai di Balikpapan, Kalimantan Timur, Kamis (22/11).
Menurutnya, Al-Quran telah menjadi pedoman paling tinggi yang diyakini umat Islam. Sehingga, JK mengatakan, hal-hal berkaitan dengan sikap atau perilaku yang bertentangan dengan hukum agama sudah diatur di Al-Quran.
Kunjungan kerja Wakil Presiden Jusuf Kalla ke Balikpapan (Foto: Dok. Setwapres)
"Jadi tidak ada konteksnya boleh atau tidak, karena sudah ada aturan yang lebih tinggi, karena bagi kita umat ini yang tertinggi aturan adalah Al-Quran dan Al-Hadits, tidak ada yang lebih tinggi daripada itu," tegasnya.
"Karena itu, urusan Perda terlalu kecil untuk menjadi masalah di bangsa ini," pungkasnya.
ADVERTISEMENT
Dalam kesempatan sebelumnya, JK menilai ibadah sejatinya tak perlu diatur dalam Perda. Dia lalu mempertanyakan istilah perda agama yang digunakan dalam perdebatan ini.
"Akidah itu hanya keyakinan 'kan, tidak perlu ada aturannya. Ibadah juga tidak perlu ada aturannya," kata JK di Kantor Wapres, Jalan Veteran III, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (13/11).
Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia, Grace Natalie. (Foto: Jamal Ramadhan/kumparan)
Isu ini muncul saat Ketum PSI Grace Natalie menjelaskan bahwa penolakan Perda Syariah maupun Perda Injil merupakan komitmen partai mereka jika lolos parlemen. Baginya, ada beberapa perda yang membatasi kebebasan, seperti cara berbusana siswa di sekolah tertentu.
"Karena Indonesia sejak awal beragam. Kalau kita enggak jadi payung dan menjaga keberagamannya ini maka nantinya kita bisa menjadi Suriah, Irak dan semuanya enggak untung," ujar Grace, Senin (12/11).
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan dan Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.80