Pencarian populer

Jokowi Beri Modal Usaha 2 Pedagang Korban Kerusuhan 22 Mei

Ismail dan Abdul, dua pedagang yang menjadi korban kerusuhan 21-23 Mei temui Presiden Jokowi. Foto: Kevin Kurnianto/kumparan
Presiden Joko Widodo (Jokowi) memanggil Abdul (62) dan Ismail (68), pedagang kaki lima korban kerusuhan di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, saat kerusuhan 22 Mei. Jokowi mengaku akan memberi bantuan berupa modal usaha.
ADVERTISEMENT
Abdul mengatakan, Jokowi akan memberikan bantuan berupa uang tunai. Namun Abdul tak merinci berapa besarannya.
"Membantu, presiden sangat membantu. Presiden bantu saja, bantu berupa uang untuk modal lagi. Belum tahu berapa nilainya, kita belum tahu," kata Abdul di Istana Merdeka, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat (24/5).
"Alhamdulillah Pak Presiden bantu kita. Kita bisa berusaha lagi," timpalnya.
Abdul mengaku kerugian yang dialami ditaksir mencapai Rp 30 juta. Sementara Ismail, pedagang warung kopi yang ikut dalam pertemuan itu, mengalami kerugian Rp 20 juta. Barang dagangannya dijarah oleh para perusuh.
Ismail, pedagang di sebalah pos polisi Jalan Wahid Hasyim yang barang dagangannya dijarah. Foto: Muhammad Darisman/kumparan
"Saya yang hilang makanan, Indomie, kopi, telur. Kan namanya dagang di samping pos. Yang sebagian ada yang bilang enggak boleh dibakar tapi ada lagi satu orang datang bilang 'sudah bakar saja," jelas Ismail.
ADVERTISEMENT
Ismail kemudian membeberkan kerugian yang dialaminya tersebut. Seluruh makanan yang tersisa yang tak dijarah perusuh lantas dibakar oleh orang tak bertanggungjawab.
"Tabungan ada Rp 5 jutaan, KJP ada, total kena Rp 20 jutaan adalah. Tabungannya 3, yang dijarah dan kalau makanan terbakar di dalam tidak bisa dibawa. Alhamdulillah sudah ada sumbangan dari Pak Presiden, bisa sampai ketemu, sudah terimakasih," jelasnya.
Ismail berharap kerusuhan beberapa waktu lalu tidak terulang. Ismail bercerita, saat itu ia tak bisa melawan gerombolan perusuh yang datang dan merusak dagangannya.
"Ya harapannya, sih, ingin selamat jangan kejadian gitu lagi, begitu kan kita kebanyakan gitu kan ngeri. Udah enggak bisa ngelawan. Sebetulnya kalau yang satu yang ngebakar bisa dilawan, tapi kan banyak temennya di luar, yang ngebakar cuma satu doang di dalam tapi temennya banyak bisa ngeroyok," bebernya.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan dan Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.85