Pencarian populer

Jokowi Dengar Keluh Kesah Usma, Pedagang Asongan Korban Rusuh 22 Mei

Usma, pedagang korban kerusuhan 22 Mei di Jalan KH Wahid Hasyim, Jakarta Pusat. Foto: Kevin S. Kurnianto/kumparan

Presiden Joko Widodo mengundang seorang pedagang asongan korban kerusuhan 22 Mei, Usma (62) ke Istana Merdeka, Senin (27/5). Dalam pertemuan itu, Usma mengadu ke Jokowi soal dagangannya di Jalan KH Wahid Hasyim yang dirusak perusuh saat kericuhan di depan Gedung Bawaslu 21-22 Mei lalu.

Saat bertemu Jokowi, Usma tampak mengenakan batik cokelat. Ia bercerita bahwa sejumlah dagangannya berupa minuman kemasan hingga rokok ludes dijarah.

"Rokok, segalanya, jualannya (dijarah)," kata Usma di lokasi.

Dalam pertemuan tersebut, Usma mengaku diberi sejumlah bantuan modal dari Jokowi, namun Usma enggan berkomentar berapa jumlah modal yang diterimanya tersebut. Jokowi juga memberi sejumlah pakaian kepada Usma, sebab pakaian Usma juga ludes akibat kerusuhan.

"Dikasih baju saja, ini tiga gantinya baju saya saja, kan habis. Sama uang tambahan buat belanja," jelas Usma.

Usma merupakan seorang pedagang asongan di kawasan KH Wahid Hasyim, Jakarta Pusat. Ia sudah berjualan di kawasan tersebut sejak 25 tahun yang lalu.

Saat kerusuhan pecah Rabu (22/5) tengah malam, lapak dagangannya dirusak sekelompok orang yang mengamuk. Akibat peristiwa itu, Usma diperkirakan merugi hingga Rp 20 juta.

Demonstran menggelar Aksi 22 Mei di depan gedung Bawaslu, Jakarta. Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan

Meski sudah dijarah, Usma akan tetap berdagang di lokasi yang sama, seperti sebelumnya. Ia berharap situasi Jakarta di waktu yang akan datang semakin kondusif. Usma juga mendapat pesan dari Jokowi agar kembali berdagang dan tetap bekerja.

"Iya iya, (akan berjualan) di situ (lagi). Minta aman-aman saja. Aman saja Jakartalah. (Saya) disuruh jualan lagi saja, kerja keras lagi, paling habis lebaranlah," kata Usma seraya meninggalkan Kompleks Istana Kepresidenan.

Sebelumnya ada 2 pedagang korban kerusuhan yang menemui Jokowi, Jumat (24/5) lalu. Mereka adalah Abdul (62) dan Ismail (68). Sama seperti Usma, keduanya bercerita ke Jokowi soal kerusuhan di sekitar Gedung Bawaslu yang menyebabkan lapaknya dijarah massa.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.31