kumparan
9 Mei 2019 10:53 WIB

Jokowi Doakan dan Sampaikan Duka Cita untuk Petugas KPPS

Presiden Jokowi di Istana Negara Foto: Rosa Panggabean/Antara
Presiden Jokowi turut menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya ratusan petugas KPPS pasca pemilu digelar tanggal 17 April 2019.
ADVERTISEMENT
Ucapan belasungkawa itu disampaikan Jokowi saat meresmikan pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) 2019 sekaligus meluncurkan Visi Indonesia 2045.
Jokowi berdoa agar para petugas KPPS yang meninggal dunia tersebut bisa mendapatkan tempat yang layak di sisi Tuhan yang Maha Kuasa.
"Saya menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya para petugas pemilu KPPS setelah menjalankan tugasnya, semoga arwahnya diberikan tempat paling mulia di sisi Allah SWT, " kata Jokowi di Hotel Shangri-La, Jakarta Pusat, Kamis ( 9/5).
Kegiatan itu dihadiri oleh jajaran pimpinan kementerian/lembaga (K/L) dan pemerintah daerah (gubernur, wali kota, bupati) seluruh Indonesia. Jokowi didampingi Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro akan memberikan pengarahan tentang Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2020.
ADVERTISEMENT
Terkait dengan proses pemungutan suara, Jokowi juga bersyukur karena telah berjalan dengan lancar. Jokowi pun ikut berterima kasih atas dukungan dari para kepala daerah yang melibatkan diri dalam lancarnya pemilu berlangsung.
"Alhamdulillah pemilu telah berjalan dengan lancar. Terima kasih pada seluruh kepala daerah atas dukungannya atas nama masalah bangsa dan negara dan seluruh rakyat Indonesia," ujarnya.
Kasus meninggalnya petugas penyelenggara Pemilu 2019 menjadi catatan di pesta demokrasi lima tahunan kali ini. KPU menyebut ada 456 orang petugas KPPS yang meninggal dan 4.310 lainnya yang sakit.
Kelelahan akibat beban kerja yang berat disinyalir menjadi penyebab wafatnya petugas KPPS.
Pada Rabu (8/5) Menteri Kesehatan Nila Moeloek mengungkap penyebab banyaknya petugas KPPS yang meninggal maupun sakit dalam pemilu 2019. Data Kemenkes mencatat ada 446 petugas KPPS meninggal dan 4.325 sakit, sementara data KPU ada 456 yang meninggal dan 4.310 yang sakit.
ADVERTISEMENT
Nila menyitir dari data Dinkes DKI, diketahui penyebabnya KPPS meninggal karena gagal jantung, liver, stroke, gagal pernafasan, dan infeksi otak meningitis. Sementara dari usia, kebanyakan KPPS yang meninggal ternyata berusia lanjut.
"Kalau lihat usia yang meninggal terbanyak di atas 50 tahun, bahkan sampai 70 tahun," papar Nila.
Petugas KPPS meninggal bukan hanya terjadi pada pemilu serentak tahun ini. Pada Pemilu 2014 yang digelar tidak secara serentak, petugas yang meninggal berjumlah 144 orang.
Video
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·