kumparan
21 Mar 2019 14:03 WIB

Jokowi: Hati-hati, Hoaks Masuk dari Medsos dan dari Rumah ke Rumah

Presiden Jokowi. Foto: Fahrian Saleh/kumparan
Presiden Jokowi kembali menyinggung banyaknya kabar hoaks yang menyerangnya jelang Pilpres 2019. Ia meminta warga berhati-hati karena hoaks saat ini mulai masuk ke rumah-rumah warga secara langsung.
ADVERTISEMENT
"Saya mengajak, karena ini sebentar lagi, sebulan lagi adalah pileg, pilpres. Apa yang kita lihat, di bawah banyak hoaks. Kabar fitnah, kabar bohong masuk ke mana-mana, baik medsos, baik langsung rumah ke rumah. Saya titip hati-hati," kata Jokowi usai membagikan sertifikat tanah warga di Lapangan Parkir Bogor Nirwana Residence, Kamis (21/3).
Jokowi memastikan isu penghapusan pendidikan agama, legalisasi zina, hingga pelarangan azan jika ia terpilih kembali sebagai presiden adalah hoaks. Menurutnya, siapapun presiden yang terpilih, tidak mungkin melegalkan perzinaan.
"Politik kadang seperti itu. Coba sekarang dibawa isunya nanti kalau Jokowi jadi (terpilih) lagi, pendidikan agama akan dihapus, azan akan dilarang, kawin sejenis dilegalkan, zina dilegalkkan, lho lho lho kok sampe ke mana-mana? Tak mungkin, siapapun presidennya tak mungkin melakukan itu," kata Jokowi.
Hoax (Ilustrasi) Foto: Shutter Stock
Untuk menekan munculnya kabar hoaks di masyarakat, Jokowi sudah memerintahkan Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk menindak tegas penyebar hoaks.
ADVERTISEMENT
"Bukan barang sepele hati-hati sehingga tegas saya sampaikan kepada Kapolri tindakan hukum tegas harus diberikan kepada siapapun yang mengganggu persatuan bangsa kita dengan cara-cara menyebar hoaks dari pintu ke pintu di media sosial. Tegas dan tegas," ujar Jokowi saat memberi sambutan di Harlah ke-46 PPP di Ecovantion Ancol, Jakarta Utara, Kamis (28/2).
Beberapa waktu lalu, beredar di media sosial video 3 emak-emak melakukan kampanye hitam soal Jokowi di Karawang, Jawa Barat. Emak-emak itu mengatakan, jika Jokowi terpilih pelajaran agama akan dihapus, penikahan sesama jenis dan perzinaan dilegalkan. Polda Jawa Barat pun telah menangkap oknum emak-emak itu.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan