kumparan
10 Jul 2018 22:39 WIB

Jokowi soal Memilih Pemimpin: Pelajari Rekam Jejak, Jangan Sebar Hoaks

Jokowi di acara buka bersama di DPD Golkar. (Foto: Jamal Ramadhan/kumparan)
Pendaftaran capres-cawapres yang menjadi tahap awal Pilpres 2019 akan dimulai pada awal Agustus 2018. Presiden Joko Widodo mengingatkan agar masyarakat memilih pemimpin berdasarkan rekam jejak masing-masing paslon.
ADVERTISEMENT
"Dalam pilih pemimpin, sampaikan kepada teman, dilihat rekam jejak seperti apa track record-nya, prestasinya apa, kinerjanya apa," kata Jokowi dalam sambutannya di deklarasi Samawi di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Selasa (10/7).
Selain itu, ia mengingatkan agar jangan sampai ada upaya-upaya penghasutan. Terlebih, menyebarkan fitnah dan berita bohong atau hoaks soal calon yang tengah bertarung.
"Beri info benar, sampaikan fakta, bukti yang ada. Jangan sampai mengabarkan berita bohong, hoaks terutama di medsos. Ini harus kita jaga. Jangan sampai diberi kebebasan gampang mudah mencela, gampang cemooh orang lain, itu bukan nilai Islami yang diajari Rasulullah," tegas Jokowi.
Acara Solidaritas Ulama Muda Pendukung Jokowi (Samawi) di Sentul. (Foto: Jihad Akbar/kumparan)
Gerakan Samawi ini diklaim diinisiasi oleh sejumlah ulama muda dari berbagai daerah. Sekjen Samawi, Aminuddin Ma'ruf, sebelumnya menerangkan Samawi merupakan gerakan ulama muda untuk mendukung Jokowi di Pilpres 2019. Gerakan ini memiliki dua tujuan. Pertama adalah tujuan ideologis untuk menyiarkan Islam.
ADVERTISEMENT
"Kedua, tujuan politis, yakni mendukung Bapak Ir. H. Joko Widodo untuk kembali meneruskan roda pemerintahan periode yang kedua, dalam Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden yang akan digear pada April 2019 mendatang," jelas Aminuddin dalam rilis persnya, Selasa (10/7).
Dia mengungkapkan Samawi memberikan dukungan untuk Jokowi memimpin dua periode lantaran dinilai peduli dengan umat beragama, terutama Islam. Hal tersebut, tampak dari kehadiran Jokowi di sejumlah acara besar organisasi Islam.
"Alasan kedua terkait pembangunan nasional, Jokowi dinilai telah mampu membangun Indonesia di berbagai daerah (luar Pulau Jawa) dengan tanpa melupakan pembangunan di Pulau Jawa. Ini sesuai dengan prinsip keagamaan Islam Indonesia yaitu al muhafadzatu ‘ala qadimish shalih wal ahdu bil jadidil aslah (memelihara tradisi lama yang baik dan mengambil tradisi baru yang lebih baik)," ucapnya.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·