kumparan
18 Agu 2018 13:02 WIB

Joni, Bocah yang Panjat Tiang Bendera, Bercita-cita Jadi Tentara

Menpora Imam Nahrawi gendong Joni, Sabtu (18/8/2018). (Foto: Moh Fajri/kumparan)
Bocah pemanjat tiang bendera Johannes Adekalla alias Joni, memenuhi undangan menghadiri pembukaan Asian Games 2018. Namun sebelum menghadiri pembukaan, Joni bersama keluarga akan santap siang bersama Menpora Imam Nahrawi.
ADVERTISEMENT
Joni dan keluarga diterima Imam sekitar pukul 11.55 WIB. Setibanya di Kantor Kemenpora, Joni sempat ditanya beberapa hal oleh Imam. Salah satunya yakni cita-cita Joni kelak yang ingin jadi tentara.
"Jon cita-citanya jadi apa?" tanya Imam kepada Joni, Sabtu (18/8).
"Mau jadi TNI. Rasanya senang sekali, baru satu kali (ke sini) melihat tempat-tempat, gambar Asian Games," timpal Joni sambil tersenyum malu.
Joni (tengah), pemanjat tiang bendera bersama Menpora Imam Nahrawi di Kemepora, Jakarta, Sabtu (18/8/2018). (Foto: Jamal Ramadhan/kumparan)
Imam juga mengajak Joni untuk bercerita saat-saat ia memanjat tiang bendera untuk memperbaiki tali yang tersangkut itu. Joni mengaku tak takut saat memanjat. Joni berinisiatif untuk memperbaiki tiang agar rangkaian upacara peringatan hari kemerdekaan bisa dilanjutkan.
"Harus berusaha ambil talinya supaya bisa lanjut upacaranya," kata Joni.
Sebelumnya, aksi pelajar kelas VII Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri Silawan, Atambua, NTT itu menuai banyak pujian setelah berani memanjat tiang bendera untuk memperbaiki tali yang tersangkut saat upacara peringatan HUT ke-73 RI di Pantai Motaain, Belu. Joni merupakan anak dari kedua orang tua asli Timor Timur yang memilih menjadi WNI pasca jajak pendapat tahun 1999.
Joni (tengah), pemanjat tiang bendera bersama Menpora Imam Nahrawi di Kemepora, Jakarta, Sabtu (18/8/2018). (Foto: Jamal Ramdhan/kumparan)
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan