Pencarian populer
17 September 2018 17:40 WIB
0
0
JPO di Bekasi Sempat Dijaga Babinsa, Setelah Itu Tak Ada Lagi
JPO di KM 6.300 tempat terjadi pelemparan batu (Foto: Reki Febrian/kumparan)
Kasus pelemparan batu dari di Tol Jakarta-Cikampek terjadi lagi. Diduga kuat, pelaku melempar batu dari salah satu Jembatan Penyebarangan Orang (JPO) di kawasan Jatiwaringin, Pondok Gede, Bekasi.
Polisi masih kesulitan menangkap pelaku karena minim saksi dan tidak ada CCTV. Polisi bersama TNI juga menjaga menjaga JPO di Bekasi.
Seorang warga Jatiwaringin, Narso mengatakan, JPO yang berada tetap di depan rumahnya itu sempat dijaga oleh Babinsa TNI. Tapi penjagaan itu hanya saat Ramadan atau saat kasus itu ramai terjadi di sejumlah lokasi.
"Selama bulan puasa dijaga dari Babinsa semua JPO, habis kejadian. Sekarang sudah tidak," kata Narso di lokasi, Senin (17/9).
Kondisi pembatas di JPO di Tol Jakarta-Cikampek, Jatiwaringin, Pondok Gede, Bekasi (Foto: Dofa Muhammad Aliza/kumparan)
Peternak ayam itu juga bingung dengan kasus pelemparan batu ke tol yang belakangan mulai muncul. Narso yang sehari-hari berada di rumah tidak melihat adanya gelagat aneh atau kelompok pemuda usil yang melempar batu ke tol. Kalau pun ada, dia yakin pelakunya bukan warga setempat.
"Kalau di sini mah orangnya rapi semuanya, istilahnya enggak pada nakal lempar batu," imbuh dia.
Pria berusia 52 tahun itu juga sering membubarkan kelompok pemuda yang kerap berkumpul di JPO. Narso selalu membubarkan siapa pun orang yang berkumpul di JPO setelah pukul 24.00.
Dia memastikan tidak melihat ada orang yang melempar batu dari JPO itu. Sebab, dirinya selalu melaporkan ke pihak berwajib bila terjadi sesuatu yang janggal. Bahkan, Narso merupakan orang pertama yang ditanya warga bila ada sesuatu di sekitar JPO.
"Kalau saya tahu, saya bilangin, kan saya yang paling dekat, saya yang ditanyain sama warga. Kemarin itu ada yang dari atas teriak ada tiga orang itu, saya tegur langsung," ucap dia.
Pelemparan batu di Tol Jakarta-Cikampek kembali terjadi pada Minggu (16/9). Beruntung, peristiwa itu tidak sampai memakan korban jiwa.
Tapi, batu yang dilempar orang tak dikenal itu merusak kaca depan mobil warga. Sampai saat ini polisi masih terus menyelidiki kasus ini sambil menunggu korban melaporkan secara resmi kejadian itu ke polisi.
Polisi selama ini kesulitan mengungkap kasus ini karena minimnya CCTV di lokasi kejadian. Sebagai gantinya, patroli akan ditingkatkan terutama di jam rawan.
“Sebetulnya tidak ada hambatan, tapi lebih bagus jika ada CCTV dari Jasa Marga,” ucap Kapolres Bekasi Kota, Kombes Pol Indarto melalui pesan singkat, pada Senin (17/9).
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2018 © PT Dynamo Media Network
Version: web: