kumparan
24 Mar 2019 5:16 WIB

Kala Nama Khofifah Terseret Kasus Dugaan Jual Beli Jabatan di Kemenag

Gubenur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (kanan) saat meninjau sejumlah sekolah di Surabaya pada Senin (4/3). Foto: Yuana Fatwalloh/kumparan
Tersangka kasus dugaan suap jual beli jabatan Kemenag Romahurmuziy menuding bahwa ada keterlibatan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, terhadap pemilihan Haris Hasanuddin sebagai Kepala Kanwil Kemenag Jatim.
ADVERTISEMENT
Romy--sapaan Romahurmuziy--mengatakan,Khofifah merupakan salah satu pihak yang merekomendasikan Haris menjadi Kakanwil Kemenag Jatim. Tak cuma Khofifah, Romy mengungkapkan Haris juga direkomendasikan sejumlah kiai untuk menempati posisi tersebut.
"Memang dari awal saya menerima aspirasi itu dari ulama seorang kiai, Kiai Asep Saifuddin Halim yang dia adalah seorang pimpinan ponpes (pondok pesantren) besar di sana. Dan kemudian Ibu Khofifah Indar Parawansa, misalnya, beliau gubernur terpilih yang jelas-jelas mengatakan 'Mas Romy, percayalah dengan Haris, karena Haris ini orang yang pekerjaannya bagus',"kata Romy di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (22/3) usai menjalani pemeriksaan.
"Sebagai gubernur terpilih pada waktu itu beliau mengatakan, 'kalau Mas Haris saya sudah kenal kinerjanya, sehingga ke depan sinergi dengan Pemprov itu lebih baik',"lanjutnya.
ADVERTISEMENT
Anggota DPR Fraksi PPP Nonaktif Romahurmuziy usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (22/3). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
Pernyataan tersebut kemudian dibantah oleh Khofifah. Mantan Menteri Sosial itu mengatakan bahwa ia tidak pernah terlibat jual-beli jabatan apapun, bahkan sejak Khofifah belum menjabat sebagai Gubernur Jawa Timur.
"Sejarah kepemimpinan saya di Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Kepala BKKBN zaman Gus Dur dan Kemensos zaman Pak Jokowi, insyaallah tidak akan ditemukan jejak jual beli jabatan dalam bentuk apapun, eselon berapapun," ujar Khofifah kepada kumparan, Sabtu (23/3).
Khofifah mengatakan, pemilihan Haris sebagai Kakanwil Kemenag Jatim, dilakukan seluruhnya oleh panitia seleksi (pansel). Ia mengaku tak tahu menahu siapa anggota pansel yang melakukan seleksi pemilihan Kakanwil Kemenag Jatim waktu itu.
Selain itu, Khofifah juga mengaku tidak mengenal sosok Haris Hasanuddin secara pribadi. Ia bahkan kaget Romy sampai menudingnya memberikan rekomendasi terhadap Haris.
ADVERTISEMENT
"Proses seleksi kanwil juga oleh pansel. Saya tidak tahu kapan seleksinya, siapa panselnya dan kapan diumumkan hasilnya," kata Khofifah.
“Nah, silakan tanya Mas Romy, karena saya juga kaget gitu. Rekomendasi dalam bentuk apa ya, silakan teman-teman bisa mengklarifikasi kepada Mas Romy,” jelasnya.
Tersangka Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Timur Haris Hasanudin (kanan) dikawal petugas usai menjalani pemeriksaan perdana pasca terjaring operasi tangkap tangan (OTT) di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (21/3/2019). Foto: ANTARA FOTO/Reno Esnir
Meski tak tahu menahu terkait Haris Hasanuddin, Khofifah mengaku siap menyampaikan klarifikasi kepada KPK terkait tudingan Romy. Diketahui, Haris diduga menyuap Romy agar bisa menempati posisi sebagai Kakanwil Kemenag, Jatim.
Dalam waktu dekat, KPK mengaku akan mengklarifikasi tudingan Romy yang dialamatkan kepada Khofifah dalam proses pengisian jabatan di Kementerian Agama tersebut.
“Tentu KPK punya tanggung jawab untuk melihat ada atau tidak relevansinya dengan pokok perkara,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Jumat(22/3).
ADVERTISEMENT
“Tapi ingat, informasi yang disampaikan tentu harus informasi yang benar, didukung juga dengan bukti yang lain, dan informasi itu jangan setengah hati,” kata Febri.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan