kumparan
1 Jun 2018 22:54 WIB

"Kalau Ingin Cawapresnya Cak Imin, Jateng Harus Dimenangkan PKB"

Ida Fauziah (Foto: Garin Gustavian/kumparan)
Calon Wakil Gubernur Jawa Tengah Ida Fauziyah turut meramaikan perjalanan Safari C1NTA (Cak Imin untuk Indonesia) di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Dalam sambutannya, Ida mengatakan, jika Jateng ingin menjadi kota santri, maka pemimpinnya harus berasal dari kalangan santri.
ADVERTISEMENT
“Kalau mau Jawa Tengah menjadi kota santri, maka mau tidak mau gubernur dan wakil gubernurnya harus kalangan santri. Kalau Jawa Tengah berhasil dimenangkan PKB, insyaallah wakil presidennya 2019 Cak Imin,” kata Ida dalam acara konsolidasi DPC PKB Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Jumat (1/6).
Jawa Tengah hingga saat ini selalu identik dengan 'kandang banteng', alias lumbung suara PDIP. Di Pilgub Jateng, PDIP mengusung Ganjar Pranowo-Taj Yasin yang dalam banyak survei unggul dari Sudirman-Ida.
Menurut Ida, pemimpin Jateng saat ini tidak memperhatikan pengembangan pendidikan berbasis Islam seperti TPA (Taman Pendidikan Alquran)dan Madrasah Aliyah. Dia menuturkan, pendidikan formal berbasis Islam, seolah dibiarkan berjalan sendiri.
“Untuk mewujudkan pendidikan keagamaan, saya dan Pak Dirman berkomitmen untuk mewujudkan pengembangan potensi pendidikan keagamaan. Selama ini TPA, TPQ dibiarkan berjalan sendiri, tanpa ada sentuhan dari pemimpinnya saat ini,” ujar politikus wanita PKB itu.
Sudirman Said bersama Ida Fauziah. (Foto: Dok. Sudirman Said)
Ida menjanjikan, ketika terpilih sebagai Wakil Gunernur Jateng, seluruh pondok pesantren di Jateng tidak perlu mengajukan proposal untuk meminta anggaran pengembangan potensi pondok pesantren.
ADVERTISEMENT
“Pesantren tidak perlu bikin proposal untuk dapat bantuan pengembangan sarana dan prasarana ponpes. Saya berkomitmen membangun karakter anak bangsa melalui pendidikan yang berbasis keIslaman,” imbuh Ida.
Di bidang kemiskinan, kata Ida, Provinsi Jateng penyumbang angka kemiskinan kedua terbesar se-Indonesia. Terlebih, kata Ida, para petani di Jateng saat ini sengsara dengan adanya kebijakan kartu tani pemerintah Provinsi Jateng saat ini.
"Kami berkomitmen untuk menurunkan angka kemiskinan menjadi 6 persen selama 5 tahun dengan cara melahirkan lapangan kerja baru,” ucapnya.
“Program kartu tani justru menyengsarakan para petani. Kami bertekad untuk mencabut program kartu tani segera saya dan Pak Dirman dilantik,” tutup Ida.
Ida Fauziyah adalah cawagub di Pilgub Jateng yang berpasangan dengan Sudirman Said, mantan Menteri ESDM. Ida dan Sudirman akan menantang petahana, yaitu Ganjar Pranowo yang berpasangan dengan Taj Yasin.
Cak Imin hadiri acara Jelajah Desa di Demak (Foto: Ricad Saka/kumparan)
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan