Pencarian populer

Kamus Serba-serbi Imlek

Perayaan Imlek 2570 di Vihara Dharma Bhakti. Foto: Nugroho Sejati/kumparan

Tradisi Imlek sudah familiar bagi masyarakat Indonesia. Sejak Presiden Abdurrahman Wahid mencabut Inpres No. 14 Tahun 1967 Tentang Agama, Kepercayaan, dan Adat Istiadat Cina pada tahun 2000, perayaan Imlek digelar meriah dan terbuka.

Dulu ketika Orde Baru berkuasa mereka harus sembunyi-sembunyi merayakan tahun baru penanggalan Cina. Jangankan menggelar barongsai atau bagi-bagi angpau, membakar dupa pun tak boleh di muka umum.

Perayaan Imlek 2570 di Vihara Dharma Bhakti. Foto: Nugroho Sejati/kumparan

Kini gemerlap Imlek terjadi di mana-mana. Hampir semua orang ikut menikmati tontonan barongan Cina—barongsai—di Vihara, jalanan, maupun mall. Berbagi rezeki melalui amplop merah berisi uang saat Imlek—angpau—juga dinikmati bukan saja oleh orang keturunan Cina.

Perayaan tahun baru Imlek dimulai di hari pertama bulan pertama penanggalan Tionghoa dan rangkaian terakhir upacara Sin Tjia adalah Cap Go Meh yang diadakan tanggal 15 pada bulan pertama jatuhnya Imlek.

Perayaan Imlek memiliki arti lebih mendalam bagi keluarga Cina. Ada banyak upacara dan ritual digelar, semuanya untuk menghormati leluhur, mengharap hoki, dan saling berbagi. Apa saja istilah dalam perayaan Imlek, ini baru sebagian saja:

Perayaan Imlek 2570 di Vihara Dharma Bhakti. Foto: Nugroho Sejati/kumparan

Hio: dupa.

Dewi Kwan Im: Dewi Penyayang atau Dewi Welas Asih. Dewa Han Tan Kong/Zhao Gong Ming: Dewa Rezeki. Khui Jin Hu: Kertas bergambar tiga dewa untuk dibakar setelah ibadah/ kertas uang. Fuk Luk Sau: Dewa Hoki terdiri dari tiga rupa berbeda: Fu Xing (Bintang keberuntungan), Li Xing (Bintang Kekayaan), dan Dewa Shou Xing (Bintang Panjang Umur).

Perayaan Imlek 2570 di Vihara Dharma Bhakti. Foto: Nugroho Sejati/kumparan

Kaisar Giok: Dewa Langit.

Ciam Si: ritual membaca nasib atau peruntungan.

Pai atau soja: bentuk penghormatan kepada sang dewi.

Hoki di Tahun Babi Tanah Foto: Bagus Permadi/kumparan

Pwa pwee: dua balok berwarna merah berbentuk setengah lingkaran yang terbuat dari kayu untuk kemudian dijatuhkan ke tanah. Pwa pwee dipercaya bisa menjadi alat untuk berkomunikasi dengan arwah leluhur. Tiap hasil melempar pwa pwee memiliki arti.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.60