Pencarian populer

Kantongi Rp 250 Juta per Bulan, Gaji Youtubers Lampaui Jokowi

Konten Data Penguasa YouTube Indonesia. (Foto: Basith Subastian/kumparan)

Menjadi YouTuber kini bukan lagi sebatas hobi. Lebih dari itu, YouTuber telah beralih menjadi rutinitas yang mampu mendulang rupiah. YouTuber sendiri adalah mereka yang secara konsisten mengunggah konten kreatif ke dalam akun YouTube.

Di Indonesia, sejumlah nama besar di belantika YouTube mengemuka bersamaan dengan penetrasi ponsel pintar. Dua di antaranya adalah Atta Halilintar dan Ria Ricis. Atta lebih dahulu membangun YouTube-nya pada 2014, sementara Ricis mulai membuat akun di situs berbagi video itu pada 2016.

Meski demikian, ada sejumlah nama lain yang jauh lebih dulu muncul. Di saat internet belum semasif dan semurah sekarang. Di tahun 2007 misalnya, Raditya Dika tercatat sudah mengunggah konten di YouTube. Bahkan pada 2006, ada Edho Zell yang mengunggah video parodi dengan menggunakan kamera seadanya.

Berdasarkan aplikasi pengukur performa akun-akun media sosial, Social Blade, sejumlah nama YouTuber itu mampu menghasilkan ratusan juta rupiah per bulannya. Nominal yang fantastis tersebut merupakan estimasi dari kalkulasi antara jumlah subscribers dan views yang dihasilkan.

Akun YouTube Sabiyan Gambus misalnya, Social Blade memprediksi bahwa channel YouTube tersebut sedikitnya mampu menghasilkan Rp 259 juta hingga Rp 4,16 miliar per bulan. Pelantun ‘Ya Habibal Qolbi’ itu sendiri memiliki 4,3 juta subscribers dan 4,1 miliar views per 10 November 2018.

Di bawah Sabiyan, ada Atta Halilintar dengan penghasilan yang juga fantastis. Sosial Blade memprediksi bahwa Atta sedikitnya mengantongi Rp 256 juta hingga Rp 4,1 miliar. Laki-laki yang baru berusia 24 tahun itu memiliki 6,48 juta subscribers dan 492,57 juta views per 10 November 2018.

Menurut Atta, estimasi penghasilan dari Social Blade itu terlalu berlebihan. Meski demikian, dia tak menampik bahwa angka minimum dari Social Blade tersebut lebih mendekati penghasilan sebenarnya, yakni berkisar Rp 250 juta.

“Sebenarnya kalau itu rahasia ya. Tapi, bisa jadi. Jangan anggap yang terbesar. Dia (penghasilan) lebih dekat dari yang terkecil,” kata Atta saat ditemui di rumahnya, kawasan Pondok Labu, Jakarta Selatan, Selasa (13/11).

YouTuber, Atta Halilintar. (Foto: Helmi Afandi Abdullah/kumparan)

Atta menambahkan, nominal pendapatannya dari YouTube tidak dihasilkan secara instan. Ia menuturkan, pada saat masih memiliki 500 ribu subscribers, pendapatannya Rp 1,5 juta per bulan. Jauh dari UMR Jakarta.

“Diawali oleh kamera handphone dari camera action yang harganya Rp 900 ribu. Dari alat editing yang minjem sampai beli laptop murah. Sampai sekarang bisa beli komputer yang canggih. Semuanya itu proses, tidak ada yang instan,” katanya.

Di bawah Atta, ada Ria Ricis yang selisih estimasi penghasilannya tak jauh berbeda. Social Blade mengklaim bahwa Ricis sedikitnya memiliki penghasilan sebesar Rp 225 juta hingga Rp 3,6 miliar per bulan.

Meski demikian, Ricis menyebut adanya kemungkinan penghasilannya sama dengan Atta Halilintar karena jumlah subscribers-nya yang hampir sama..

“Mungkin sama 11-12 sama Attalah. Karena jumlah subscribers-nya juga hampir sama. Tapi ada potongan dari manejemen juga. Nah jumlahnya pasti aku tidak tahu,” kata Ricis saat ditemui di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, Kamis (15/11).

Ria Ricis (Foto: Munady)

Ricis sendiri memiliki subscribers 6,48 juta per 10 November 2018. Selama ini dia mengunggah konten-konten hiburan dan perjalanan hidupnya. Misalnya, ia pernah mengunggah keseruannya saat bermain slime, hingga pengalamannya saat naik unta di Yordania.

Bila dibandingkan dengan sejumlah profesi lainnya, penghasilan yang dimiliki Sabyan, Atta, maupun Ricis memang terbilang fantastis. Penghasilan per bulan seorang Presiden bakan kalah jauh dengan mereka.

Menurut hitungan UU No. 7 Tahun 1978, gaji pokok presiden adalah Rp 30.240.000. Sementara menurut Keppres No. 68 Tahun 2001, tunjangan yang diperoleh tiap bulannya adalah Rp 32.500.000. Sehingga total pendapatan yang dikantongi presiden sebesar Rp 62.496.800.

Sedangkan untuk pendapatan anggota DPR per bulannya mencapai Rp 55.294.000. Keputusan tersebut tertuang dalam surat Kementerian Keuangan bernomor S-520/MK.02/2015.

Gaji YouTubers ini juga jauh lebih besar daripada penghasilan seorang pilot. Dilansir dari website Qerja, diketahui gaji rata-rata seorang pilot Garuda mencapai Rp 44,8 Juta.

Communications Manager Google Indonesia Feliciana Wienathan menjelaskan, penghasilan para YouTuber yang fantastis itu diperoleh dari iklan. Caranya, dengan menjadi bagian dari YPP (YouTube Partner Program). Melalui program tersebut, YouTuber dapat mulai me-monetizing (menguangkan) apa yang diunggahnya.

“Ada beberapa kriteria untuk menjadi bagian dari YPP. Mulai dari 4.000 jam tayang dalam 12 bulan terakhir, sedikitnya memiliki 1.000 subscribers, serta tunduk pada peraturan hak cipta,” kata Feliciana melalui jawaban tertulis ke kumparan, Kamis (15/11).

Feliciana menjelaskan, YouTube sendiri sangat mengapresiasi menjamurnya YouTuber di Indonesia. Menurut dia, YouTubers sangat kreatif dalam menyodorkan konten-konten yang menginspirasi dan menggaet banyak orang untuk mengunjungi YouTube.

“Sangat luar biasa, kami akan terus mendukung para YouTubers,” tambahnya.

===============

Selengkapnya seputar cerita Atta Halilintar dan seluk beluk YouTubers Indonesia dapat disimak dalam topik Penguasa YouTube.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: web: