kumparan
18 Apr 2019 20:01 WIB

Kapolda Jateng Tepis Hoaks Kerusuhan di Solo Setelah Pemilu

Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono mejawab pertanyaan wartawan. Foto: Afiati Tsalitsati/kumparan
Kapolda Jawa Tengah, Inspektur Jenderal Condro Kirono, menegaskan situasi di Jawa Tengah, terutama Solo Raya, kondusif pasca-pemilu. Pernyataan Condro itu sekaligus menangkis kabar bohong atau hoaks akan adanya demo seperti tahun 1998 di Solo Raya.
ADVERTISEMENT
Condro mengaku seharian ini bersama Pangdam IV Diponegoro Mayjen TNI, Mochamad Effendi, memantau wilayah Solo. Dari pantauan itu, Condro meyakini kondisi wilayahnya aman dan tidak perlu ada peningkatan pengamanan.
"Kondusif sekali, jadi tidak ada hal-hal yang membuat harus anggota pengamanan ditingkatkan," kata Condro usai bertemu Forkompimda di Rumah Dinas Gubernur Jateng, Kamis (18/4).
Condro juga mengomentari kabar yang beredar, seolah kondisi Jawa Tengah sedang gawat dan ada upaya membenturkan antara Polri dengan TNI. Dia secara tegas menyebut bahwa kabar tersebut adalah hoaks. Condro mengatakan selama ini Polri dan TNI berdampingan mengamankan pemilu.
Kapolda Jateng Irjen pol Condro Kiron, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, dan Pangdam IV Diponegoro M Effendi di Rumah Dinas Gubernur Jateng, Puri Gedeh, Kota Semarang. Foto: Afiati Tsalitsati/Kumparan
"Jangan percaya masalah itu, itu ingin pecah belah TNI-Polri, itu hoaks. Kita sama-sama terus mulai dari pengamanan TPS," tegasnya. "Saya minta masyarakat tenang, kita beri jaminan keamanan. Kita semua solid, kita semua bersaudara bersinergi terus bersama TNI-Polri".
ADVERTISEMENT
Hal senada diungkapkan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. Ganjar mengatakan TNI-Polri akan terus berjaga dan masyarakat bisa tetap tenang. Bagi yang ingin liburan, lanjut Ganjar, nikmati dengan tenang.
"Polri-TNI akan berjaga, jangan percaya berita hoaks, ada info seram seolah akan terjadi yang mengerikan. Pak Kapolda dan Pak Pangdam habis dari Solo Raya, tidak ada apa-apa, yang mau berlibur silahkan berlibur," kata Ganjar.
Ganjar juga menyarankan untuk menyejukkan suasana, warga bisa berbagi kopi atau makanan dengan tetangga, terutama yang pilihannya berseberangan dalam pemilu. Dia berharap hal itu bisa kembali merajut kerukunan antar tetangga.
"Kalau anda punya kopi atau makanan, antarkan ke tetangga kiri kanan yang dulu berseberangan, itu akan bisa merekatkan," ujar Ganjar.
ADVERTISEMENT
Sementara itu terkait kabar yang sudah dipastikan hoaks oleh kepolisian tersebut berbunyi:
Teman2 sebaiknya bsk jgn kmna2 dulu, ada kabar akan ada demo karena tdk terima atas kemenangan ini. Bnyk polisi yg sdh siaga malam ini. Mohon untuk teman2 sebaiknya di rmh dulu, Tks
Info A1 dari bbrp teman di BIN, Densus dan Intel bbrp Kodam...di bbrp daerah Jabar, Jakarta dan terutama Solo...tercium plot akan ada pergerakan massa mirip 98...yg memprovokasi justru dari bbrp oknum grup 2 Kopassus yg loyal thd Prabowo...mohon waspada...Panglima dan Kapolri sdh tahu info Intelijen ini...makanya Kapolri sdh memberikan perintah tembak ditempat...πŸ™πŸΌπŸ™πŸΌπŸ™πŸΌ
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan