kumparan
24 Mar 2018 6:43 WIB

Kapolda Metro Minta Pengeroyok Anggota TNI AU Penjual Durian Ditangkap

Ilustrasi Penganiayaan (Foto: Thinkstock)
Dua orang anggota TNI AU menjadi korban pengeroyokan oleh 15 orang anggota ormas di Jalan Jati Kramat, Jatiasih, Kota Bekasi pada Rabu (22/3). Insiden itu terjadi saat kedua korban yang sedang berjualan durian sekitar pukul 20.00 WIB, dipalak oleh pelaku.
ADVERTISEMENT
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Idham Azis menyayangkan aksi pemalakan berujung kekerasan oleh ormas tersebut. Ia meminta masyarakat tak mudah terpancing emosinya dalam menyikapi suatu permasalahan.
"Kita dari Polda Metro Jaya mengimbau agar masyarakat tidak main hakim sendiri," kata Idham kepada kumparan (kumparan.com), Sabtu (24/3).
Kapolda Metro Irjen Idham Azis. (Foto: Fadjar Hadi/kumparan)
Idham menegaskan polisi akan mengusut tuntas kasus pengeroyokan tersebut. Ia memastikan timnya akan menangkap para pelaku dan memproses secara hukum.
"Tentu (mengusut kasus ini). Siapapun dia, kalau terbukti melanggar hukum pasti kita tindak," ucap Idham.
Sejauh ini polisi baru menangkap satu orang pelaku bernama Aldi Pratama (21). Ia ditangkap pada Kamis (23/3) di kawasan Pondok Gede, Bekasi. Polisi masih mengejar 14 orang lainnya yang kabur seusai mengeroyok dua anggota TNI AU itu.
ADVERTISEMENT
Korban bernama Praka Ade Septiyanto (28) yang sedang berjualan durian di pinggir Jalan Jati Kramat saat itu, dihampiri oleh Aldi dan 14 rekan satu ormasnya. Mereka hendak meminta sembilan buah durian secara paksa dan kasar kepada Ade.
Permintaan itu sontak ditolak Ade karena terlalu banyak. Aldi dan teman-temannya yang merasa tersinggung langsung mendorong tubuh korban dan baku hantam pun terjadi. Melihat keributan tersebut, rekan Ade sesama anggota TNI AU, Hendrik Kereh, langsung datang dan membantu temannya. Tapi keduanya kalah jumlah, sehingga mereka mengalami luka di tubuh dan wajah akibat lemparan buah durian.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan