kumparan
17 Agu 2018 19:01 WIB

Kata Anies Soal Inisial A yang Gantikan Sandiaga sebagai Wagub DKI

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama anaknya Kaisar Hakam (Foto: Nabilla Fatiara/kumparan)
Nama pengganti posisi Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno masih belum diputuskan. Kendati demikian, muncul satu nama berinisial A yang merupakan politikus PKS dan memiliki pengalaman administratif dalam pemerintahan, yang disebut-sebut akan mengisi posisi yang ditinggalkan Sandi.
ADVERTISEMENT
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan memang sudah banyak nama yang diajukan sebagai Wagub DKI. Namun, ia masih belum tahu apakah benar politikus PKS berinisial A ini yang akan mendampinginya nanti.
"Salah satunya mungkin yang disebut nama-namanya ada (banyak). Ada pak (Ahmad) Syaikhu. Siapa lagi?," ucap Anies di daerah Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Jumat (17/8).
Anies menjelaskan, proses penentuan Wagub masih berjalan panjang karena harus melalui persetujuan DPRD DKI Jakarta kemudian ditetapkan Presiden Joko Widodo. Sejauh ini, Anies baru menerima surat pengunduran diri Sandi, yang maju sebagai cawapres dalam Pilpres 2019 bersama Prabowo Subianto.
"Sejauh ini yang ada adalah pernyataan berhenti dari Pak Sandi. Tapi belum ada penetapannya, baik oleh dewan. Nah, nanti setelah itu saya nulis kepada presiden. Penetapan oleh presiden belum. Jadi prosesnya masih panjang sebetulnya," jelas Anies.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Bundaran HI, Kamis (16/8/18). (Foto: Moh Fajri/kumparan)
Tak ada batas waktu untuk penentuan kapan Wagub DKI harus ada. Meski demikian, Anies menyebut kinerja Pemprov DKI tetap berjalan normal meski tak ada yang mendampinginya.
ADVERTISEMENT
Selain itu, ia mengakui banyaknya agenda yang harus diikuti membuatnya cukup kelabakan. Jika sebelumnya Anies dan Sandi saling berbagi tugas menghadiri acara, kini dia turut melibatkan deputi-deputi gubernur.
"Sekarang itu pengaturannya lebih rumit. Jadi saya harus lebih optimal manfaatkan deputi-deputi untuk pembagian tugas," pungkasnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan