kumparan
19 Sep 2019 11:17 WIB

Kata Rekreasional bagi Napi di RUU Pemasyarakatan Munculkan Perdebatan

Wakil Ketua TKN Arsul Sani di konferensi pers terkait sidang MK di Rumah Cemara, Jakarta, Senin (17/6). Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan
Anggota Komisi III DPR Fraksi PPP, Arsul Sani, menjelaskan perihal kata rekreasional yang terdapat di RUU Pemasyarakatan. Soal kata rekreasional ini memang ramai diperbincangkan, karena seolah menjadi alasan pembenaran bagi napi terutama koruptor untuk ke luar lapas.
ADVERTISEMENT
Ketentuan itu diatur di pasal 7 dan pasal 9 revisi UU Pemasyarakatan. Pasal itu berbunyi tahanan dan napi berhak:
Mendapatkan pendidikan, pengajaran, dan kegiatan rekreasional, serta kesempatan mengembangkan potensi.
Menurut Arsul, rekreasional bukan berarti para napi dan tahanan bisa pelesiran ke luar rutan secara bersama-sama.
"Boleh jalan-jalan? Ya enggaklah itu sampeyan saja yang pikirannya sudah, wah ini bisa ke Dufan ini," ujar Arsul kepada wartawan, Kamis (19/9).
Menurut Arsul, rekreasional itu artinya para napi dan tahanan berhak mendapat hiburan di dalam lapas atau rutan misalnya mengikuti lomba antar blok tahanan.
"(Rekreasional itu) misalnya ada pertandingan bola antar blok tahanan, panjat pinang kalau 17-an. Masa napi enggak boleh (dapat hiburan)," jelas Arsul.
ADVERTISEMENT
Oleh karena itu Arsul menegaskan, makna rekreasional di dalam pasal 7 dan 9 itu bukan berarti setiap napi bisa pelesiran ke luar rutan/lapas.
"Bukan berarti jalan-jalan bareng ke Ancol gitu lho. Lha wong jalan 1 aja ribut, apalagi jalan bareng se-lapas," tutup Arsul.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan