Pencarian populer

KBRI Seoul Resmikan Program 'Kampung Korea'

Duta Besar RI untuk Korea Selatan Umar Hadi bersama perwakilan perwakilan dari Kantor Pelayanan Pengembangan Tenaga Kerja Asing Korea dan Pusat Perlindungan Tenaga Kerja Asing Korea pada peresmian program Kampung Korea di Seoul, Minggu (10/2). Foto: Dok. KBRI Seoul

“Kampung Korea”, akronim dari Kami Mantab Pulang dari Korea, disiapkan bagi para pekerja setelah selesai kontrak.

Program ini meliputi pelatihan terintegrasi mulai dari manajemen keuangan, pelatihan kewirausahaan seperti bisnis kafe, kuliner, ternak, serta video blogging di berbagai kantong-kantong pekerja migran Indonesia di Korsel dan berlanjut sampai ke kampung halaman masing-masing.

“Program Kampung Korea ini merupakan program sinergi pembinaan dan pemberdayaan pekerja migran agar mereka siap kembali ke tanah air. KBRI Seoul menggandeng ahli-ahli keuangan, investasi dan inkubasi usaha dan pemberdayaan masyarakat baik berasal dari Indonesia maupun Korea Selatan,” ujar KBRI Seoul melalui siaran pers yang diterima kumparan Den Haag, Minggu malam atau Senin (11/2) WIB.

Pelaksanaan program Kampung Korea bagi para pekerja setelah selesai kontrak di Korea Selatan. Foto: Dok. KBRI Seoul

Program Kampung Korea diresmikan oleh Duta Besar RI untuk Korea Selatan Umar Hadi dihadiri perwakilan dari Kantor Pelayanan Pengembangan Tenaga Kerja Asing Korea, Pusat Perlindungan Tenaga Kerja Asing Korea, Imigrasi Korea, BRI, BNI, Garuda Indonesia, PPI Korea dan sekitar 100 peserta program di Seoul, Minggu (10/2) waktu setempat.

“Saya berharap program Kampung Korea ini dapat membangun motivasi dan inspirasi serta bekal kecakapan yang memadai untuk hidup di Indonesia yang nantinya dapat ditularkan ke orang lain,” ujar Umar.

Menurut Umar dirinya bercita-cita semua pekerja migran di Korea Selatan bisa jadi teladan dengan menjadi lokomotif penggerak ekonomi di tanah air sekaligus menjadi agen yang mampu mendekatkan hubungan Korea Selatan dengan Indonesia.

Duta Besar RI untuk Korea Selatan Umar Hadi pada peresmian program Kampung Korea di Seoul, Minggu (10/2). Foto: Dok. KBRI Seoul

Umar menggarisbawahi bahwa pihaknya tengah menggalang kerja sama dengan pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan berbagai organisasi sosial agar dapat membantu mewujudkan Kampung Korea di daerah masing-masing.

“Ke depannya saya berharap di setiap daerah asal para pekerja migran ex-Korea Selatan akan didirikan Kampung Korea dalam arti sebenarnya, yang nyaman dan modern, di mana terdapat balai latihan kerja untuk generasi selanjutnya agar siap ke Korea dan ada tempat usaha yang menghasilkan pendapatan memadai,” ucap Umar.

Berdasarkan data Kantor Imigrasi Korea Selatan pada 31 Desember 2018, jumlah Warga Negara Indonesia di Korea Selatan adalah 47.366 orang, 34.920 orang diantaranya adalah pekerja migran.

Dari jumlah tersebut, pekerja yang dikirim oleh pemerintah sebanyak 29.360 orang, dan anak buah kapal (ABK) yang dikirim swasta sebanyak 5.320 orang. Mereka tersebar di 86 kota di Korea Selatan.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: web: