Pencarian populer
14 Juni 2018 9:18 WIB
0
0
Keluar dari Gerindra, Nuruzzaman Banyak Ditawari Gabung Partai Lain
Mohammad Nuruzzaman. (Foto: Twitter @noeruzzaman)
Mohammad Nuruzzaman mengaku ditawari banyak partai untuk bergabung usai memutuskan keluar dari Gerindra. Meski tak menyebut nama-nama partai itu, Nuruzzaman menolaknya, lantaran akan memilih fokus di Nahdlatul Ulama (NU).
"Setelah saya mengundurkan diri dari partai Gerindra, saya juga berteman dengan banyak teman dari partai lain, memang beberapa teman dari partai lain menawari saya, tetapi, saya bilang saya mau istirahat dulu, mau hikmat dulu di Anshor dan Banser. Saya selalu bilang, istirahat dululah, banyak hal yang harus saya lakukan untuk refleksi," ujar Nuruzzaman saat dihubungi kumparan, Kamis (14/6).
Namun, dia menegaskan, kepergiannya dari partai besutan Prabowo Subianto tersebut, bukan lantaran ingin pindah ke partai lain. Keputusannya itu, kata Nuruzzaman, murni dilakukan untuk membela Katib Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Kiai Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya).
Sekjen Gerindra Ahmad Muzani. (Foto: Fahrian Saleh/kumparan)
"Jadi enggak ada motivasi sama sekali bahwa saya keluar dari Gerindra karena saya ditawari oleh partai politik lain. Jadi dengan ini respons saya karena alasan yang kemarin-kemarin itu. Saya sebagai santri sangat kecewa dengan partai saya, salah satu kader di partai saya yang menyerang kiai yang saya hormati," tuturnya.
Sehingga, sampai saat ini, mantan Wasekjen Gerindra itu belum terpikir untuk berlabuh ke partai politik manapun. Terlebih, usai Idul Fitri, Nuruzzaman dan Sekjen Gerindra Ahmad Muzani akan bertemu untuk mengklarifikasi banyak hal.
"Jadi saya harus berhikmat dulu, karena saya tinggal di pesantren, saya harus berhikmat di pesantren juga," tuturnya.
Pertemuan antara Muzani dengan Nuruzzaman, kemungkinan juga akan membahas ancaman somasi yang dilayangkan Kepala Bidang Advokasi DPP Partai Gerindra Habiburokhman kepadanya.
Nuruzzaman diminta segera meralat ucapannya, juga meminta maaf secara terbuka karena telah menuduh Gerindra sebagai partai penyebar kebencian dan isu SARA.
Gus Yahya di Israel (Foto: Youtube/AJCGlobal)
Meski begitu, Nuruzzaman meluruskan, dia tak pernah menyebut Gerindra memproduksi isu SARA. Hanya saja, dalam kasus tertentu, beberapa kader Gerindra terkesan diam dan tidak menghentikan isu SARA yang bergulir di masyarakat.
Nuruzzaman memutuskan untuk keluar dari Gerindra sejak Senin (13/6). Saat itu, dia menyebut, salah satu alasan utamanya, lantaran cuitan Waketum Gerindra Fadli Zon dalam akun Twitter pribadinya, yang dianggap menyinggung Gus Yahya karena menjadi pembicara dalam sebuah diskusi di Yerusalem, Israel.
"Ini kan sikap saya sebagai seorang santri, mungkin orang susah memahaminya, tetapi bagi kami menghormati kiai itu adalah segala-galanya, karena kiai lah yang mengajari saya untuk mengerti agama Islam, mengerti bersikap baik kepada orang lain, mengajari saya, kan gitu," katanya.
Selain membela Gus Yahya, Nuruzzaman juga menilai, saat ini, Gerindra sudah keluar dari rel berpolitiknya. Menurutnya, Gerindra telah beralih dari partai yang berkiblat pada perubahan, menjadi partai yang memanfaatkan isu agama untuk kepentingan politik.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2018 © PT Dynamo Media Network
Version: web: