kumparan
23 Apr 2019 21:42 WIB

Kembangkan Rapid Test, Menkes Senang Indonesia Tak Harus Impor Lagi

Menkes Nila Moeloek di pabrik rapid test Kimia Farma di Bali. Dok Kementerian Kesehatan.
Indonesia berhasil memproduksi rapid test pertama yang sebelumnya harus impor dari luar negeri. Hingga saat ini, rapid test yang berhasil dikembangkan di Indonesia sudah mampu mendeteksi 5 penyakit.
ADVERTISEMENT
Adapun kelima jenis rapid test yang dikembangkan yaitu tes hepatitis B (HBsAg test), tes sipilis, tes malaria, tes dengue atau demam berdarah (IgG/IgM test). Selain itu ada juga test kehamilan (hCG test).
"Tadi yang dibuat adalah malaria bisa, kemudian hepatitis, sipilis, kemudian tes kehamilan," ujar Menteri Kesehatan Nila Moeloek usai meninjau pabrik rapid test milik Kimia Farma di Bali, Selasa (23/4).
Pabrik rapid test Kimia Farma di Bali. Foto: Efira Tamara Thenu/kumparan
Nila menyebut, dengan pengembangan rapid test ini, membuat Indonesia tak lagi harus impor teknologi rapid test terhadap 5 penyakit tersebut. "Kemajuan yang kita punyai. Memang ini yang kita inginkan. Jadi enggak semua kita harus impor," tuturnya.
Pengembangan rapid test di dalam negeri, dianggap Nila, sebagai langkah yang membanggakan. Capaian ini menunjukkan SDM Indonesia di bidang kesehatan semakin teruji untuk terus bersaing.
ADVERTISEMENT
"Saya bangga sekali, ternyata saya tanya tadi dari mana Anda bisa mendapatkan ini, ternyata dari anak bangsa kita sendiri. Ini karya anak kita sendiri, yang ternyata setelah diuji, sudah harus diuji dengan metodologi penelitian yang begitu valid, baru bisa dijadikan produk," terangnya.
Pabrik rapid test Kimia Farma di Bali. Foto: Efira Tamara Thenu/kumparan
Untuk diketahui, rapid test sendiri merupakan alat untuk pemeriksaan medis awal dengan menggunakan peralatan yang sederhana serta memberikan hasil dalam waktu cepat.
Sementara itu, test kit yang saat ini tengah dikembangkan yaitu HIV 1 & 2 test, drug test yang terdiri atas morphine test, cocaine test, marijuana test, amphetamine test, methamphetamine test, ecstasy test, dan benzodiazepine test.
Pabrik rapid test Kimia Farma di Bali. Foto: Efira Tamara Thenu/kumparan
Rapid test ini dikembangkan oleh perusahaan obat berstatus BUMN yaitu Kimia Farma. Rapid test ini pertama kali diproduksi oleh Kimia Farma pada awal 2018. Produksi pertama dilakukan mulai dari test kehamilan yang kemudian diikuti oleh pengembangan test lainnya.
ADVERTISEMENT
"Produksi kita sebenarnya sejak 2018 iya (baru setahun). Mulai dari test kehamilan," ujar Kepala Pabrik Kimia Farma Rapid Test Wiji William.
Pabrik rapid test Kimia Farma di Bali. Foto: Efira Tamara Thenu/kumparan
Pabrik rapid test Kimia Farma di Bali. Foto: Efira Tamara Thenu/kumparan
Pabrik rapid test Kimia Farma di Bali. Foto: Efira Tamara Thenu/kumparan
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan