kumparan
12 Jan 2019 12:14 WIB

Kepala BNPB Minta Khotbah Bisa Disisipi soal Edukasi Mitigasi Bencana

Kepala BNPB, Doni Monardo beserta staff saat meninjau lokasi terdampak tsunami Selat Sunda di Tanjung Lesung. (Foto: Fachrul Irwinsyah/kumparan)
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen Doni Monardo berharap edukasi mengenai mitigasi bencana bisa dilakukan melalui khotbah dari para ulama. Hal tersebut diungkapkan Doni ketika ia bertemu dengan Bupati Pandeglang Irna Narulita guna meninjau daerah-daerah yang terdampak akibat tsunami Selat Sunda.
ADVERTISEMENT
“Katakanlah kalau ada 3 menit saja khotbah itu diisi dengan mitigasi bencana,” kata Doni di Tanjung Lesung, Pandeglang, Banten, Sabtu (11/1).
Selain itu, Doni meminta agar pemerintah daerah melakukan sosialisasi terkait bencana hingga tingkat RW.
“Kedua pelatihan-pelatihan khusus di daerah yang di data sangat rawan, ini harus ke tingkat RW. Bersama dengan Danrem. Ibu manfaatkan saja Danrem supaya babinsana terlibat,” kata Doni kepada Irna.
Tanjung Lesung menjadi salah satu daerah yang terdampak akibat tsunami Selat Sunda yang terjadi pada Desember 2018. Doni dan rombongan yang didampingi Irna sempat melihat langsung lokasi yang rusak karena tsunami. Perhatian Doni sempat tertuju pada pohon-pohon di daerah pantai yang masih berdiri tegak meski diterpa tsunami.
ADVERTISEMENT
“Ini kita lihat kalau pohon-pohon ini lebih rapat ini bisa lebih menahan. Ini ada Ketapang, ada juga kelapa,” kata Doni.
Kepala BNPB, Doni Monardo beserta staff saat meninjau lokasi terdampak tsunami Selat Sunda di Tanjung Lesung. (Foto: Fachrul Irwinsyah/kumparan)
Dalam kesempatan yang sana Deputi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BNPB Bernardus Wisnu Widjaja mengatakan bahwa lokasi penginapan di Tanjung Lesung harus dibangun parkiran vertikal empat tingkat sehingga bisa digunakan untuk evakuasi saat tsunami datang.
Selain itu ia juga meminta agar kamar tidur di setiap penginapan ditempatkan dari mulai lantai 2, bukan lantai 1. “Ada kesalahan dalam beberapa hal seperti lantai 1 itu dijadikan penginapan, seharusnya itu lantai 2 ke atas,” kata Wisnu.
“Iya nanti saya kasih tahu pengelolanya,” timpal Irna.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan