Keputusan Pindahkan Setnov ke Gunung Sindur Hanya Butuh 5 Menit

25 Juni 2019 21:19 WIB
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Setya Novanto yang dulu dan yang sekarang Foto: Istimewa; ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak
zoom-in-whitePerbesar
Setya Novanto yang dulu dan yang sekarang Foto: Istimewa; ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak
ADVERTISEMENT
Kakanwil Kemenkumham Jabar Liberti Sitinjak mengemukakan hal menarik terkait dipindahkannya Setya Novanto atau Setnov dari Lapas Sukamiskin ke Rutan Gunung Sindur.
ADVERTISEMENT
Liberti mengatakan, dia bersama Kalapas Sukamiskin Tejo Harwanto hanya membutuhkan waktu 5 menit untuk mengambil keputusan memindahkan Setnov ke Gunung Sindur.
"Lima menit, ngobrol sebentar sama dia (Kalapas), sudah, pindah," kata Liberti, di Kantor Kemenkumham Jabar, Selasa (25/6).
Meski demikian, Liberti menyebut keputusan itu merupakan yang terukur dan tepat. Musababnya, Setnov melakukan pelanggaran berat. Setnov, kata Liberti, telah menyalahgunakan izin berobat yang telah diberikan.
"Saya pikir kalau itu pelanggaran berat, karena Rutan Gunung Sindur masih di wilayah Jawa Barat, ya, saya mempunyai sebuah kewenangan," ujar dia.
Menurut Liberti, Rutan Gunung Sindur cukup fleksibel sebagaimana Lapas Sukamiskin. Di sana, kata dia, narapidana yang sakit dapat berobat ke luar jika memang membutuhkan penanganan lanjutan.
Warga binaan kasus korupsi Setya Novanto (tengah) mendengarkan ceramah saat melasanakan shalat idulfitri 1440 Hijriah di Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat, Rabu (5/6). Foto: ANTARA FOTO/Novrian Arbi
ADVERTISEMENT
Perbedaannya, para petugas di Gunung Sindur menggunakan topeng ketika melakukan pengawalan sebagaimana yang dilakukan di Lapas kelas 1 Batu. Hal itu merupakan keputusan dengan maksud menghentikan ancaman yang kerap ditujukan kepada pengawal.
"Dia (Setnov) diterima di sana, pegawai yang menerimanya sudah pakai topeng. Jangankan Setnov, kalian saja kalau misalnya jadi napi di situ, pakai topeng, enggak nampak wajahnya, enggak nampak namanya," kata dia.
"Jadi hampir sama pakaiannya di LP kelas 1 Batu, itu kan pakai topeng semua. Karena kita sudah capek diancam-ancam orang. Akhirnya, waktu itu Dirjen memutuskan, ya memang beda pakaiannya," tambah dia.
Di lokasi yang sama, Kalapas Sukamiskin Tejo Harwanto mengatakan Setnov merupakan narapidana yang dikenal nakal. Sementara, 99 persen narapidana lainnya di Sukamiskin dipastikan tidak memiliki masalah.
Kanwil Kemenkum HAM Jabar Liberti Sitinjak (kiri), Kalapas Sukamiskin Tejo Harwanto (kanan) di Lapas Sukamiskin, Bandung. Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan
ADVERTISEMENT
"Setnov ini kan orang khusus ya, saya bilang ini bandel ini, tapi yang lainnya hampir 99% saya laporkan ke Pak Menteri yang lainnya enggak masalah," tutur dia.
Setelah Setnov dipindah ke Rutan Gunung Sindur, keadaan Lapas Sukamiskin menjadi lebih tertib. Tejo mengatakan sekali diperintahkan, narapidana di Sukamiskin langsung mengerjakan tugasnya.
"Iya, lebih tertib. Misalnya, cukup sekali menyampaikan tugas, mereka (narapidana) langsung mengerti. Langsung melaksanakan," ungkap dia.