kumparan
20 Des 2017 12:52 WIB

Ketua MPR: Bahaya Kalau Pilkada Singgung Isu SARA

Ketua MPR Zulkifli Hasan (Foto: Dok. MPR RI)
Menjelang tahun politik, sejumlah partai politik telah memulai manuvernya dengan menggalang dukungan untuk berkompetisi di Pilkada 2018 yang akan datang. Salah satu hal yang dikhawatirkan dalam perhelatan Pilkada 2018 nanti adalah kembali munculnya isu SARA.
ADVERTISEMENT
Berkaca dari Pilgub Jakarta yang lalu yang kental dengan muatan isu SARA, Ketua MPR Zulkifli Hasan menegaskan, seluruh partai politik harus memprioritaskan kepentingan persatuan dan kesatuan Indonesia di atas kepentingan partai politiknya masing-masing.
“Pilkada ini jangan menghalalkan semua cara. Pilkada yang berwawasan kebangsaan, adu konsep, adu gagasan,” kata Zulkifli di Gedung DPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (20/12).
“Berbahaya sekali kalau Pilkada itu membawa-bawa soal SARA. Apapun partainya, kepentingan Indonesia lebih utama, baru kepentingan partai,” imbuhnya.
Ia berpendapat, isu SARA sangat berpotensi memecah belah kesatuan Indonesia. Sehingga Pilkada seharusnya berwawasan kebangsaan, adu konsep dan adu gagasan.
“Pilkada ini kan persaingan antar kita, bukan kita melawan Belanda. Oleh karena itu, Pilkada harus berwawasan kebangsaan, adu konsep, adu gagasan. Mana yang terbaik dia yang menang,” tuturnya.
ADVERTISEMENT
Zulkifli juga mengimbau agar aparat penegak hukum netral dan menindak tegas apabila ada kontestan Pilkada yang menghalalkan segala cara, hingga melewati garis-garis hukum yang ada.
“Penegakan hukum harus tegas. Adil seadil-adilnya," pungkasnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan