kumparan
1 Jul 2018 7:48 WIB

Kisah Aqua Dwipayana Bertemu Umar Patek

Aqua bertemu Umar 1 jam (Foto: Aqua Dwipayana)
Dia dulu dianggap sebagai teroris yang sangat berbahaya. Bahkan pemerintah Amerika Serikat pernah membuat sayembara untuk menangkap dia dengan hadiah 1 juta Dollar Amerika (Rp 14 miliar). Kini, dia mendekam sebagai napi terorisme di LP Porong, Sidoarjo. Dia adalah Umar Patek. Dan kali ini, dialah yang ditemui Aqua Dwipayana.
ADVERTISEMENT
Aqua, yang sering disebut sebagai motivator komunikasi, selalu melakukan silaturahmi. Ke siapa saja. Tiada hari yang ia lewati tanpa bersilaturahmi. Momen silaturahmi selalu ia bagikan informasinya ke banyak orang. Wajar, kalau penulis buku ‘The Power of Silaturahim : Rahasia Sukses Menjalin Komunikasi’ kini disebut sebagai ‘ikon silaturahmi’.
Doktor komunikasi lulusan Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung ini bisa mendatangi siapa saja, baik dia pejabat atau tidak. Kadangkala ada hari, dia berada di tiga provinsi, hanya untuk mengunjungi orang, teman lamanya, pejabat, atau orang yang tidak ia kenal sama sekali. Dan pada Sabtu (30/6) malam, Aqua mendatangi Umar Patek, yang tidak setiap orang bisa menemuinya.
Umar Patek dinyatakan sebagai teroris yang sangat berbahaya. Dia terlibat dalam kasus bom Bali I pada 2002 yang menggegerkan dunia. Banyak sekali korban tewas, mayoritas orang asing. Umar Patek yang memiliki nama alias Hisyam Bin Alizein alias Abu Syekh alias Mike juga terlibat dalam kasus bom malam Natal pada tahun 2000.
ADVERTISEMENT
Dia ditangkap di Abbottabad, Pakistan pada 25 Januari 2011 setelah buron selama 10 tahun. Pada Agustus 2011, Polri berhasil membawa pria yang memiliki tatapan mata tajam ini ke Indonesia untuk diadili. Oleh majelis hakim, Umar Patek divonis 20 tahun penjara. Setelah beberapa tahun menjalani hukuman di penjara, Umar mulai insyaf dan menyesali perbuatan terkutuknya. Yang menarik, pada upacara Hari Kemerdekaan 17 Agustus 2017 lalu, Umar yang tetap membiarkan jenggot panjangnya menjadi pasukan pengibar bendera Merah Putih.
Karena itulah, ketika Umar Patek menjadi orang yang ditemui Aqua Dwipayana, kumparan tertarik menanyakannya lebih lanjut. Bagaimana dia bisa menemui Umar Patek dan apa motivasinya.
Saat Aqua berbincang dengan Umar Patek (Foto: Aqua Dwipayana)
Berikut perbincangan kumparan dengan Aqua Dwipayana:
ADVERTISEMENT
Bagaimana cerita Anda bisa menemui Umar Patek? Apa yang mendorong Anda bertemu Umar?
Sekitar sebulan lalu saya menerima kiriman video dari seorang teman yang isinya video berdurasi sekitar 1 menit tentang Umar Patek yang membawa bendera saat upacara bendera 17 Agustus 2017. Video itu saya putar beberapa kali. Saya sangat tersentuh melihatnya. Saya bisa merasakan keikhlasan dan ketulusan Umar Patek ke pangkuan Ibu Pertiwi terutama dari ucapan dan tetesan air matanya. Hal tersebut membuat saya ingin segera ketemu beliau. Saya langsung kontak Kepala BNPT Komjen Pol Suhardi Alius, minta izin untuk bisa silaturahim ke Umar Patek. Alhamdulillah beliau langsung merespons dan memberi izin. "Silakan Uda Aqua. Kalau Uda Aqua ke Jatim mampir saja ke Lapas Porong. Nanti Hardi kontak teman di Dirjen Pemasyarakatan agar Uda Aqua diberi izin ketemu Umar Patek.” Begitu jawaban Pak Hardi ke saya. Saya gembira sekali mendapat kabar itu.
ADVERTISEMENT
Anda sudah pernah bertemu sebelumnya dengan Umar Patek?
Sebelumnya saya tidak pernah bertemu dengan beliau.
Lantas apa respons pertama kali Umar Patek saat Anda menemuinya?
Saat pertama kali ketemu kami langsung akrab. Tidak hanya salaman, tapi kami cipika cipiki. Umar Patek menemui saya setelah beliau salat Maghrib berjamaah dengan napi lainnya. Kami ketemu di ruangan Kepala KPLP Taufik Rahman.
Umar Patek mengenal Anda?
Beliau sama sekali tidak mengenal saya. Beliau tanya, "Bapak siapa?" Saya jelaskan bahwa saya adalah motivator termasuk di lingkungan TNI dan Polri. Saya tertarik ketemu dengan beliau setelah melihat videonya yang viral tersebut.
Berpose bareng sebelum berpisah (Foto: Aqua Dwipayana)
Berapa lama Anda ketemu Umar? Hal pertama apa yang Anda tanyakan dan apa jawaban Umar?
ADVERTISEMENT
Saya ketemu Umar sekitar 1 jam. Saya tanyakan kabar dirinya dan kesehatannya. Beliau menjawab alhamdulillah baik-baik saja. Setelah itu ngobrolnya mengalir. Semua pertanyaan saya dijawab sama Umar.
Hal-hal menarik apa saja dari cerita Umar yang disampaikan kepada Anda?
Banyak hal menarik. Di antaranya bahwa Umar sangat ingin punya anak. Di Lapas tidak ada fasilitas untuk melakukan hubungan suami istri. Umar berencana untuk ikut program bayi tabung. Beliau bilang ke saya, “Pak Aqua tolong doakan saya termasuk di tempat-tempat mustajab di Tanah Suci jika Bapak umroh lagi agar saya segera punya anak”. (catatan: sudah dua tahun, Aqua secara rutin (tahun 2017 dan 2018) memberangkatkan sejumlah orang secara gratis ke Tanah Suci).
ADVERTISEMENT
Selain itu Beliau menceritakan pengalamannya selama diperiksa Densus 88 yang diperlakukan secara baik. Bahkan saat bulan Ramadhan, pernah Kadensus buka puasa bareng Umar. Saat mau wudhu untuk salat Magrib, Kadensus ambil air wudhu di kamar mandi di sel Umar. Beliau senang karena saat diperiksa dan ketika ditahan di Mako Brimob Kelapa Dua diperlakukan secara baik dan manusiawi. Kemudian permintaannya pindah ke Lapas Porong dikabulkan sehingga bisa dekat dengan keluarganya. Kedua adik Umar yang semuanya laki-laki tinggal di Surabaya. Selain itu jualan sate setiap hari bisa mengisi waktunya di Lapas sehingga tidak bosan. Rata-rata sehari terjual 1.200 tusuk dengan omset Rp 2 juta. Satu piring nasi putih dan 6 tusuk sate dijual Rp 10 ribu. Sehari bisa laku 200 piring.
ADVERTISEMENT
Umar jualan sate di dalam lapas? Siapa konsumennya?
Ya, jualan sate ayam di dalam lapas. Pak Suhardi pernah makan satenya dan tambah. Itu menurut Umar. Konsumennya para napi. Untuk mendapatkan bahan-bahan satenya, Umar kerjasama dengan koperasi Lapas. Saat jualan, Umar dibantu 1 orang yang juga narapidana. Kalau tidak salah, jumlah napinya ada sekitar 2.500 yang 6 di antaranya napi terorisme, termasuk Umar.
Soal anak, apakah sebelum ditahan Umar memang belum punya anak? Kenapa dia ingin punya anak? Bukannya bayi tabung mahal?
Umar mengatakan belum punya anak. Kami tidak membicarakan tentang biaya bayi tabung. Tapi Umar menegaskan ingin punya anak agar ada penerus dirinya.
Mengenai aksi terorisme dan paham radikalisme selama ini, apakah Umar benar-benar sudah menyesali perbuatannya dan mengaku salah dan bertaubat?
ADVERTISEMENT
Saat saya tanyakan kapan mulai menyesali perbuatannya dan taubat, Umar mengatakan saat di sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada tahun 2012. Cuma katanya waktu itu banyak orang, termasuk media yabg tidak mempercayai ucapannya.
Bukti apa yang Umar tunjukkan bahwa dia sudah taubat? Bagaimana kisah dia sampai bisa jadi pembawa bendera saat upacara 17 Agustus?
Salah satu buktinya selama di tahanan dia bergaul dengan banyak orang. Tidak eksklusif. Termasuk rajin melaksanakan salat berjamaah. Umar tidak cerita saat jadi pembawa bendera dan saya lupa menanyakannya.
Dari pertemuan tadi, apakah Umar menceritakan harapan-harapannya?
Umar menyampaikan harapannya agar bisa mendapatkan remisi. Beliau bertekad kalau sudah keluar dari penjara bisa berbuat kebaikan-kebaikan dengan masyarakat. Selain itu Beliau berharap agar masyarakat menerima narapidana teroris yang sudah bebas dan agar tidak dikucilkan. Umar mengapresiasi Pak Suhardi dan BNPT dengan berbagai program deradikalisasinya. Umar yakin kalau mantan teroris disentuh hatinya akan bisa kembali ke NKRI. Umar juga berterima kasih ke pimpinan Lapas dan jajarannya karena selama ini diperlakukan dengan sangat baik. Saya melihat sendiri kedekatan Umar dengan para petugas Lapas termasuk Pak Taufik. Mereka menilai selama ini perilaku Umar baik.
ADVERTISEMENT
Saat berfoto bareng, Umar memperlihatkan tangannya membentuk tanda love (cinta). Apa maksudnya?
Saat kami foto bertiga dengan Pak Taufik, Umar memang spontan membentuk jari-jarinya menjadi tanda love yang katanya sebagai simbol perdamaian.
Kepala LP Taufik Rahman, Umar Patek dan Aqua (Foto: Aqua Dwipayana)
Sebelum pertemuan usai, apakah ada yang diminta Umar Patek?
Karena Beliau tahu saya penulis buku, Beliau minta buku saya. Saya berikan buku super best seller ‘The Power of Silaturahim : Rahasia Sukses Menjalin Komunikasi’ dan buku best seller ‘Produktif Sampai Mati.’ Saya juga sampaikan ke Beliau saya akan datang lagi menemui beliau, untuk menikmati sate ayamnya. Umar menyarankan agar saya datang siang hari.
Dari perbincangan dengan Umar, mungkin ada pelajaran yang bisa diambil?
Pelajaran yang saya peroleh bahwa seorang yang pernah jadi teroris adalah manusia biasa. Mereka punya hati dan ingin rumah tangganya lengkap. Jika secara konsisten dengan menggunakan hati, hati mereka disentuh insyaallah bisa berubah 180 derajat. Mereka yg telah berubah dapat diminta untuk mengajak teman-temannya yang masih belum berubah untuk berubah. Ini efektif sekali. Selain itu Umar yang sudah insyaf tidak ada rasa curiga pada orang yang baru dikenalnya. Itu karena Umar telah taubat dan menyadari semua kekeliruannya selama ini.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·