kumparan
12 Agu 2019 18:41 WIB

Kisah Motor 'Berdarah' di Lumajang yang Kembali ke Pemiliknya

Motor korban begal kini kembali ke pemiliknya. Foto: Dok. Polres Lumajang
Motor matik ini disebut polisi sebagai motor 'berdarah', kenapa? Alasannya dahulu pada 2016 silam, begal mengambil motor ini dari pemiliknya dengan melakukan tindakan keji: membunuh.
ADVERTISEMENT
Dua tahun berlalu, Polres Lumajang sukses mengungkap kasus pembegalan motor ini. Motor 'berdarah' itu kembali ke keluarga korban.
Menurut Kapolres Lumajang AKBP Muhammad Arsal Sahban dalam keterangan tertulis, Senin (12/8), total ada 11 motor hasil operasi motor bodong door to door yang dikembalikan ke pemiliknya.
"Salah satunya adalah Beat putih 'berdarah' yang dikembalikan kepada ayah sang pemilik kendaraan yang bernama Muji (54), warga Desa Bangsalsari, Jember," beber Arsal.
Menurut Arsal, motor tersebut disita oleh Tim Cobra Polres Lumajang saat operasi motor bodong di Desa Kalidilem, Kecamatan Randuagung, Kabupaten Lumajang, beberapa waktu yang lalu.
"Pemilik motor itu, atas nama Fauzi telah meninggal dunia saat berumur 23 tahun akibat begal yang dialaminya di wilayah Tanggul, Kabupaten Jember, pada tahun 2016 silam," jelasnya.
ADVERTISEMENT
Arsal mengungkapkan bagaimana motor itu bisa dibegal. Jadi kala itu, korban diajak berkenalan melalui media sosial oleh seorang perempuan bernama Holifah (24) warga Desa Klatakan, Kecamatan Tanggul. Setelah saling berkirim pesan, keduanya menyepakati untuk pergi keluar bersama.
Motor korban begal kini kembali ke pemiliknya. Foto: Dok. Polres Lumajang
Saat mereka berdua bertemu, Holifah terus mengajak berputar-putar dengan kendaraan korban. Hingga sekitar pukul 19.00 WIB, Holifah meminta Fauzi mengantarnya pulang.
Namun ternyata Holifah punya rencana lain, ia meminta melalui jalan yang sepi serta sedikit penerangan cahaya. Di tempat tersebut keduanya disergap oleh begal yang ternyata telah bersekongkol dengan Holifah.
"Fauzi langsung dibacok sebanyak 6 kali di sekujur tubuhnya dan meninggal di lokasi kejadian. Tak lama dari kejadian tersebut, Holifah serta rekannya berhasil ditangkap oleh petugas dari Polres Jember," beber Arsal.
ADVERTISEMENT
"Saya turut berduka cita kepada almarhum yang menjadi korban atas pembegalan motor ini. Ini adalah fakta yang terjadi di lapangan, di mana di balik motor-motor bodong ini ada seseorang yang terkena musibah hingga kehilangan nyawa demi mempertahankan kendaraan bermotor mereka," jelasnya.
Motor korban begal kini kembali ke pemiliknya. Foto: Dok. Polres Lumajang
Arsal berharap masyarakat Lumajang tak lagi membeli motor bodong agar begal maupun curanmor tidak memiliki pasar di wilayah Lumajang. Dengan demikian, begal dan curanmor akan hilang dengan sendirinya di Lumajang.
Muji, ayah korban sekaligus pengambil kendaraan bermotor, dalam kesempatan itu mengucapkan terima kasih kepada Kapolres Lumajang maupun kepada Tim Cobra.
"Saya sangat berterima kasih kepada Pak Kapolres maupun kepada Tim Cobra yang berhasil menemukan motor anak saya. Meskipun motor ini bisa kembali, tetapi nyawa anak saya tak kan pernah bisa kembali. Semoga kisah pilu seperti yang kami alami tak terjadi lagi kepada orang lain, karena tak ada nyawa manusia yang sebanding dengan harga motor," ucap Muji.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·