kumparan
20 Agu 2018 14:36 WIB

Kisruh Diplomatik, Jemaah Haji Kanada Terancam Tidak Bisa Pulang

Jemaah haji berkumpul di Padang Arafah (Foto: REUTERS / Zohra Bensemra)
Kisruh diplomatik yang terjadi antara Arab Saudi dan Kanada dikhawatirkan berpengaruh pada perjalanan haji jemaah asal Kanada. Akibat seteru kedua negara, penerbangan langsung dari Saudi ke Kanada ditangguhkan.
ADVERTISEMENT
Hubungan memanas setelah pemerintahan Kanada mengkritik penangkapan aktivis HAM perempuan di Saudi. Menurut Saudi, kritikan itu adalah bentuk campur tangan terhadap urusan negara mereka.
Diberitakan Reuters, Senin (20/8), banyak jemaah haji asal Kanada yang telah memesan penerbangan ke Arab Saudi akan terganggu perjalanannya akibat perseteruan ini. Mereka memang bisa berangkat ke Saudi karena penerbangan sebelum 13 Agustus tidak terpengaruh, tapi perjalanan pulangnya jadi pertanyaan.
Pasalnya, mereka tidak mendapatkan lagi pesawat dengan penerbangan langsung ke Kanada dari Saudi. Kekhawatiran ini diakui oleh para jemaah haji atau keluarga jemaah asal Kanada.
Jemaah haji berkumpul di Padang Arafah (Foto: REUTERS / Zohra Bensemra)
"Sebagai keluarga kami khawatir, karena kami tidak ingin dia terjebak di bandara," kata Jawad Chaudhry, warga kota Hamilton, Kanada, yang ibunya tengah menunaikan ibadah haji.
ADVERTISEMENT
Menurut media yang berbasis di Toronto, The Star, para jemaah haji asal Kanada mengubah rencana perjalanan mereka akibat ketegangan diplomatik dengan Saudi.
Perseteruan ini juga membuat Saudi akan menarik pulang puluhan ribu mahasiswa mereka di Kanada. Menurut Reuters, para mahasiswa Saudi yang akan pulang telah menjual barang-barang mereka di Kanada.
"Beberapa dari mereka baru datang sepekan lalu, dan mereka sudah harus pergi. Beberapa sedang ada di Saudi karena libur musim panas, mereka ke sini hanya untuk menjual barang-barang mereka," kata imam masjid di Halifax, Abdallah Yousri, yang membantu penjualan barang-barang tersebut.
Padahal per akhir Juni, ada lebih dari 5.100 mahasiswa S2 Saudi dengan izin resmi yang baru datang untuk belajar di Kanada.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan