kumparan
21 Mar 2019 14:47 WIB

Klaim Sandi OK OCE Sudah Sumbang Investasi di DKI Rp 359 M Dibantah

Calon Wakil Presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno berkampanye di Bukit Duri, Jakarta, Kamis (21/3). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno membanggakan One Kecamatan One Center for Entrepreneurship (OK OCE) sebagai salah satu contoh kesuksesannya saat menjabat sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta.
ADVERTISEMENT
Program tersebut kini diandalkan Sandi selama masa kampanye Pilpres 2019 dan akan menjadi program nasional.
Sandi mengklaim, bukti sukses OK OCE adalah sudah ada investasi yang berkembang dari program OK OCE di DKI Jakarta yang mencapai Rp 359 miliar.
Lalu benarkah klaim Sandi?
Berdasarkan data dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) sampai tahun 2018 memang menunjukkan angka investasi dari Izin Usaha Mikro Kecil (IUMK) mencapai Rp 359 miliar. Namun angka investasi tersebut bukan hanya dari OK OCE saja.
“Nggak bisa klaim OK OCE-nya, soalnya saat mereka mengajukan izin kan nggak dilihat dari mananya, yang penting mereka bisa memenuhi persyaratannya,” kata Kepala Seksi Komunikasi DPMPTSP Rinaldi saat dihubungi.
ADVERTISEMENT
Selain itu, selama tahun 2018 PTSP berhasil menerbitkan 37.449 izin usaha mikro yang terdiri dari 16.734 IUMK dan 20.715 izin usaha mikro lainnya seperti SIUP Mikro, SPPIRT, dan SKU. Sementara untuk tahun 2019 tercatat 7.715 izin usaha mikro diterbitkan oleh PTSP selama periode Januari sampai awal Maret 2019 yang terdiri dari 3.061 IUMK dan 4.654 izin usaha mikro dan kecil lainnya.
Cawapres nomor urut 02, Sandiaga Uno usai menyapa pendukungnya di Banjir Kanal Timur, Jakarta Timur. Foto: Ferry Fadhlurrahman/kumparan
Calon Wakil Presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno berpose salam dua jari saat mengunjungi warga Bukit Duri, Jakarta, Kamis (21/3). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
Calon Wakil Presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno berpose salam dua jari saat tiba di Bukit Duri, Jakarta, Kamis (21/3). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
“Hal yang perlu diluruskan adalah, perkembangan usaha mikro dan kecil di DKI Jakarta sangat beragam jenisnya. Sehingga untuk melihat tren pertumbuhan usaha mikro dan kecil dari kaca mata perizinan usaha bukan hanya melihat seberapa banyak IUMK yang berhasil diterbitkan,” terang Rinaldi.
“Tetapi bisa saja pengusaha mikro tidak membuat IUMK melainkan izin usaha mikro lainnya, yaitu SIUP Mikro, SP PIRT, dan SKU. Ini semua tergantung jenis usaha mikro dan kecil yang dijalankan olehnya,” tambahnya.
ADVERTISEMENT
Sebelumnya, Sandi mengungkapkan soal investasi Rp 359 miliar berkat OK OCE saat sedang kampanye di Kampung Melayu, Jakarta Timur. Sandi merasa OK OCE bisa membawa dampak positif bagi perekonomian di Jakarta.
“Tumbuh total investasi dari program OK OCE, berapa tebak? Rp 359 miliar, OK OCE sudah menyumbangkan di DKI, alhamdulillah,” ungkap Sandi.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan