Pencarian populer

Klarifikasi FJI Yogyakarta Soal Aksi #2019GantiPresiden di Yogyakarta

Ilustrasi: 2019 Ganti Presiden (Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan)

Komandan DPP Front Jihad Islam (FJI), Abdurrahman merasa namanya dicatut dalam pesan berantai undangan aksi deklarasi #2019GantiPresiden di Yogyakarta. Pesan berantai tersebut beberapa hari ini beredar melalui Whattsapp di tengah masyarakat Yogyakarta.

Dalam pesan berantai disampaikan aksi akan digelar di Titik Nol Kilometer pada 2 September mendatang dan dimulai pukul 19.30 hingga 23.00 WIB.

"Kami tidak tahu. Itu kami tidak terlibat, dan namanya (FJI) dicatut," katanya saat dihubungi, Jumat (31/8).

Abdurrahman menjelaskan, sampai saat ini belum ada konfirmasi dari panitia yang membuat undangan tersebut. Ia justru heran karena undangan tersebut tidak mencantumkan narahubung. Sehingga pihaknya kesulitan untuk mengonfirmasi maksud pesan berantai yang sudah kadung menyebar di masyarakat.

"Belum, sampai sekarang belum ada konfirmasi apa-apa. Panitia dari mana itu, kontak personnya juga tidak ada. Ini undangannya berbentuk brodcast, kami mengonfirmasi ke mana juga tidak tahu," tegasnya.

FJI juga sudah berkoordinasi dengan organisasi masyarakat lain yang turut dicatut namanya seperti GPK dan FPI. Menurut Abdurrahman, kedua ormas tersebut sama-sama bingung siapa yang menyelenggarakan aksi pada tanggal 2 September mendatang.

Selain itu, Abdurrahman mengaku Polda DIY telah datang menemuinya menanyakan kebenaran aksi #2019GantiPresiden. Ia mengklarifikasi pesan berantai itu hoaks.

"Kami sudah menyebar video untuk mengklarifikasi kegiatan itu. Bahwa itu kita sampaikan bahwa besok itu hoaks. Sampai sekarang dari panitia yang menyebar atau yang menyelenggarakan kegiatan tersebut belum ada konfirmasi sampai sekarang," bebernya.

FJI merasa dirugikan atas hoaks tersebut. Mereka juga memastikan sampai sekarang pihaknya belum ada perintah kepada anggota terkait aksi tersebut, terlebih apalagi aksi tersebut memang tidak ada agendanya.

Kaos Ganti Presiden 2019. (Foto: dok. Bekti Prasetya via Bukalapak)

Sebelumnya, Kapolresta Yogyakarta, Kombes Armaini menjelaskan, pesan berantai itu hoaks dan tidak bisa dipertanggungjawabkan. Pihaknya pun sudah mengecek langsung ke lapangan dan mengonfirmasi beberapa nama yang dicatut dalam pesan berantai dan didapati bahwa nama-nama tersebut justru tidak tahu menahu kegiatan tersebut.

"Seperti Gus Miftah sudah mengklarifikasi bahwa tidak tahu menahu mengapa namanya dicatut dalam broadcast medsos itu," ujarnya saat dihubungi, Jumat (31/8).

Armaini mengatakan sampai hari ini pihaknya juga belum menerima surat pemberitahuan kegiatan aksi deklarasi #2019GantiPresiden. Padahal, menurut Undang-undang nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum, segala bentuk kegiatan harus diberitahukan kepada polisi tiga hari sebelum kegiatan digelar.

"Belum ada yang mengajukan izin. Katanya tanggal 2 (September). ini hari Jumat tapi belum ada yang mengajukan izin. Ini saja H-2 tidak ada pemberitahuan," katanya

Polisi pun mengaku akan menelusuri penyebar hoaks tersebut. Selain itu polisi juga mengimbau kepada masyarakat agar tidak mudah percaya dengan informasi yang beredar di media sosial. Terlebih lagi banyak informasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: web: