kumparan
26 Mar 2019 0:00 WIB

KM Awu Milik PT Pelni Terbakar di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang

Proses pendinginan kebakaran kapal Motor Awu di Pelabuhan Tj. Emas. Foto: Afiati Tsalitsati/kumparan
Sebuah kapal penumpang terbakar di Galangan Janata Marina Indah (JMI) Unit 1, Kawasan Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Jawa Tengah. Api pertama kali terlihat dari kamar nakhoda Kapal Motor Awu, Senin (25/3), sekitar pukul 18.30 WIB.
ADVERTISEMENT
Informasi yang diterima kumparan, saat kebakaran, kapal baru saja dipindah ke dop galangan. Saat bersandar, api tiba-tiba terlihat dari kamar nakhoda yang terletak di lantai enam kapal.
"Nakhoda turun ke kamar, tahu-tahu ada asap di kamar. Saya tidak tahu di kamar nakhoda ada apa yang dipakai, ada apa yang korslet, tidak tahu," ungkap Pengawas Perbaikan Kapal PT Pelni, Royani, ditemui di lokasi kejadian.
Royani menjelaskan, kapal milik PT Pelni itu berada di Galangan JMI untuk menjalani perbaikan tahunan. Kapal sudah berada di Galangan JMI selama sepuluh hari.
"Dari Jumat yang lalu, tanggal 15 (Maret) kita masuk ke sini, sampai saat ini. Kapal ini biasa melayani Indonesia bagian tengah," katanya.
Proses pendinginan kebakaran kapal Motor Awu di Pelabuhan Tj. Emas. Foto: Afiati Tsalitsati/kumparan
Lokasi kebakaran yang berada di lantai enam kapal menyulitkan petugas pemadam kebakaran menjinakkan api. Belum diketahui pemicu munculnya api dari peristiwa ini.
ADVERTISEMENT
"Belum ada laporan soal korban jiwa," ujar Royani.
Proses pemadaman berlangsung cukup lama, baru sekira pukul 21.56 malam, si jago merah bisa dipadamkan.
Namun, proses pendinginan tetap berlangsung hingga saat ini dan asap masih mengepul.
Hingga pukul 23.00 WIB, setidaknya sembilan mobil pemadam kebakaran dibantu kapal pemadam dikerahkan ke lokasi.
"Anggota sudah naik masuk ke dalam kapal untuk memadamkan," kata Danton 4 Pemadam Kebakaran, Dahana.
Dahana menjelaskan, jika ada titik api yang belum bisa dijinakkan, pihaknya akan menambah armada pemadam kebakaran ke lokasi kejadian."Kita belum bisa memastikan. Kalau sekiranya perlu ditambah akan kita tambah lagi," katanya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan