Pencarian populer

KNKT Tegaskan Lion Air PK-LQP Layak Terbang

Lion Air (for Headline) (Foto: Istimewa)

Komite Nasional Kecelakaan Transportasi (KNKT) menegaskan pesawat Lion Air dengan nomor registrasi PK-LQP dalam kondisi layak terbang saat berangkat dari Jakarta menuju Pangkal Pinang. Hal itu ditunjukkan dari dokumen Aircraft Flight Maintanance Log (AFML) yang telah ditandatangani oleh teknisi.

Kepala Sub Komite Penerbangan KNKT Nurcahyo Utomo menjelaskan permasalahan pesawat yang dialami dalam penerbangan dari Bali ke Jakarta sudah diperbaiki oleh teknisi saat pesawat berada di Jakarta. Permasalahan itu terkait mengenai indikator kecepatan yang berbeda-beda (IAS Disagree), dan ketinggian yang berbeda (ALT Disagree), serta menyalanya lampu Feel Dift Press pada Aircraft Flight And Maintenance Logbook.

"Menurut perturan di Indonesia, pesawat dinyatakan layak terbang jika Aircraft Flight Maintanence Log (AFML) telah ditandatangani oleh engineer (releaseman). Setelah pesawat mendarat, pilot melaporkan adanya gangguan pada pesawat, engineer telah melakukan perbaikan dan pengujian. setelah hasil pengujian menunjukan hasil baik maka AFML ditandatangani oleh releaseman dan pesawat dinyatakan layak terbang," kata Nurcahyo dalam keterangan tertulisnya, Rabu (28/11).

Menurutnya pesawat baru mengalami gangguan saat di udara. Dalam kondisi tersebut, keputusan untuk melanjutkan terbang atau kembali berada di tangan pilot.

"Salah satu kondisi yang menyebabkan kelayakudaraan (airworthhiness) berakhir apabila pada saat terbang pesawat mengalami gangguan. Keputusan untuk melanjutkan terbang atau segera mendarat ada di tangan pilot incommand (Captain)," kata Nurcahyo.

Sebelumnya dalam laporan awal KNKT menyebutkan pesawat jenis Boeing 737 MAX 8 dengan rute Jakarta - Pangkal Pinang mengalami gangguan yang dengan rute sebelumnya yaitu Bali - Jakarta. Dari laporan tersebut teknisi melakukan pembersihan terhadap Air Data Module (ADM) pilot dan Static Port bagian kiri untuk memperbaiki IAS dan ALT Disagree. Usai perbaikan, pesawat tersebut dites dan tidak ditemukan adanya masalah.

Selain itu teknisi juga melakukan pembersihan sambungan kelistrikan pada Elevator Feel Computer disertai dengan tes operasional dengan hasil yang baik.

"Apa yang dilakukan oleh teknisi untuk perbaiki. Itu berbeda-beda, ini yang akan kami selidiki apakah tindakan yang diambil sudah cukup, kita belum tahu. Kita ini akan dalami. Jadi apakah benar harus itu yang dilakukan atau ada hal lain yang bisa dilakukan," kata Nurcahyo.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.63