kumparan
15 Apr 2019 22:10 WIB

Koalisi Adil Makmur Minta Peretasan ke Tokoh Pro Prabowo Dihentikan

Konferensi pres sekjen Koalisi Adil Makmur di Media Center Badan Pemenangan Prabowo-Sandi. Foto: RIcad Saka/kumparan
Sekjen-sekjen Koalisi Adil Makmur yang mendukung Prabowo-Sandi menyatakan beberapa sikap penting yang perlu diperhatikan seluruh pihak. Di masa tenang ini, para sekjen partai pendukung Prabowo-Sandi ini juga menyesalkan peretasan terhadap sejumlah tokoh yang terafiliasi dengan capres cawapres nomor urut 02.
ADVERTISEMENT
“Sampai sekarang kami masih mendapat laporan begitu banyak HP (dan akun media sosial) dari pada tokoh-tokoh yang terafiliasi 02 diretas kemudian dijadikan cara untuk (mendiskreditkan paslon 02). Kami tidak tahu oleh siapa, kami harap hal ini diberhentikan karena ini merusak demokrasi kita,” kata Sekjen Partai Gerindra, Ahmad Muzani di media center Prabowo-Sandi, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (15/4).
Menurut Muzani, peretasan-peretasan akun media sosial terhadap tokoh-tokoh pendukung 02 sangat merugikan pihaknya. "karena sangat mengganggu privasi bagi tokoh-tokoh yang sedang berjuang untuk demokrasi,” papar Wakil Ketua BPN itu.
Tidak hanya peretasan, Muzani mengatakan, tokoh-tokoh pendukung 02 juga diserang berita hoaks yang sangat masif. Salah satunya, kata dia, Ustaz Abdul Somad.
ADVERTISEMENT
“Kami merasa tokoh-tokoh yang telah memberikan support kepada kami telah dilakukan upaya-upaya fitnah, itu yang kami rasakan. Misalnya terhadap Ustaz Abdul Somad yang belakangan diberitakan fitnah, hal-hal yang tidak benar, dan ini sangat tidak produktif bagi demokrasi kita,” paparnya.
Di sisi lain, Muzani juga meminta masyarakat berperan aktif mengawasi proses pemilihan dan penghitungan di TPS masing-masing. Muzani juga meminta TNI Polri untuk berkomitmen menjaga netralitas dan mengutamakan kepentingan semua golongan.
“Ujian terhadap netralitas ini tidak ringan karena godaan kekuasan begitu berat dan kami berharap TNI Polri tidak tergoda dengan iming-iming apapun. Kami percaya setiap TNI Polri mampu menjaga netralitas saat bertugas di mana pun berada,” ujar Muzani.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan