Pencarian populer

Komentar AS soal Rudal Anti-Satelit India: Jangan Buat Berantakan

Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Patrick Shanahan. Foto: AFP/Eric BARADAT

Amerika Serikat angkat suara soal uji rudal anti-satelit (ASAT) India yang diklaim sukses menghancurkan target di luar angkasa. AS mengimbau, agar India tidak membuat angkasa berantakan dengan puing-puing satelit.

Hal ini disampaikan Menteri Pertahanan Sementara AS Patrick Shanahan pada Rabu (27/3) seperti dikutip Reuters. Berbicara dalam kunjungan ke pangkalan militer Komando Selatan, Shanahan mengatakan AS masih mempelajari dampak uji rudal ASAT India.

"Pesan saya adalah: Kita semua tinggal di angkasa, jangan buat berantakan. Luar angkasa seharusnya jadi tempat kita berbisnis. Luar angkasa adalah tempat orang-orang bebas beroperasi," kata Shanahan.

Komentar ini disampaikan Shanahan setelah Perdana Menteri India Narendra Modi mengumumkan kesuksesan uji rudal ASAT. Dengan pengujian ini, India menjadi satu dari hanya empat negara dunia yang punya kemampuan rudal ASAT selain AS, Rusia, dan China.

Namun uji rudal ASAT berisiko menciptakan sampah angkasa, membuat kondisi yang oleh Shanahan disebut "berantakan". Ratusan hingga ribuan puing satelit itu bisa saling bertabrakan, menimpa satelit negara lain, atau terjatuh ke Bumi dengan kecepatan tinggi.

Kementerian Luar Negeri India mengatakan tembakan rudal mereka mengenai satelit milik sendiri di orbit dalam Bumi sehingga puing-puingnya akan terbakar di atmosfer dan jatuh dalam beberapa pekan.

Sejauh ini tidak ada tanda-tanda puing-puing tembakan rudal India mengganggu aktivitas luar angkasa. Letnan Jenderal David Thompson, wakil komandan Komando Angkasa Angkatan Udara AS mengatakan Stasiun Luar Angkasa Internasional tidak terdampak.

Karena perlombaan senjata antariksa ini, Shanahan menekankan pentingnya menciptakan aturan main di luar angkasa.

"Tidak memiliki aturan pelibatan justru mengkhawatirkan. Jadi, bagaimana seseorang menguji dan mengembangkan teknologi sangat penting. Saya berharap orang yang menguji (ASAT) tidak membuat aset orang lain terancam," kata Shanahan.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Selasa,21/05/2019
Imsak04:25
Subuh04:35
Magrib17:47
Isya19:00
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.22