kumparan
3 Agu 2019 14:16 WIB

Kominfo: Internet Tak Ramah Anak, Perlu Pendampingan Orang Tua

Ilustrasi kekerasan Foto: pixabay
Dalam sejumlah kasus, anak-anak kerap menjadi objek kekerasan di dunia maya. Hal ini dinilai akibat dari kurangnya pengawasan orang tua terhadap penggunaan internet oleh anaknya.
ADVERTISEMENT
"Kalau kita lihat internet ini tak ramah untuk anak, sehingga harus ada yang menjaga dan ada yang mendampingi," ujar Plt Direktur Pengendalian Aptika Kominfo, Riki Arif Gunawan, dalam diskusi Sindotrijaya FM, Jakarta Pusat, Sabtu (3/8).
Riki mengatakan buruknya pengaruh internet pada anak berdampak pula pada tumbuh kembang psikologisnya. Pendampingan orang tua, menurut Riki, harus dilakukan untuk meminimalisir dampak buruk tersebut.
Masih terkait buruknya dampak internet, Riki juga menyebutkan mengenai terlalu terbukanya masyarakat Indonesia terkait data diri keluarganya. Hal itu menurut Riki perlu dikurangi, mengingat saat ini banyak perilaku kriminal bermula dari terbukanya seseorang di media sosial yang menyasar anak-anak.
"Sosial media juga sama, kita terlalu mudah menyebarkan data diri kita di internet. Oleh karena itu budaya ini perlu kita beritahu ke masyarakat jangan sama sekali kita terlalu terbuka soal data diri keluarga kita," kata Riki.
Ilustrasi internet Foto: pixabay
Tak hanya mendampingi anak saat tengah berselancar di dunia maya, Riki menuturkan orang tua pun diminta aktif untuk membatasi waktu penggunaan gawai untuk mengurangi kecanduan.
ADVERTISEMENT
"Lalu (anak) juga harus diberitahu, di internet itu kita tak pernah tahu dengan siapa berhubungan, jadi meskipun sudah biasa chatting dengan temannya kita harus tetap antisipasi siap teman chattingnya itu. Lalu kita juga harus batasi waktu untuk hindari kecanduan," ungkap Riki.
Senada dengan Riki, anggota Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Sitti Hikmawati menyebut asiknya anak dengan dunia virtual akan berdampak langsung pada psikologis anak seperti menjauh dari dunia sosialnya.
Menurut Sitti hal itu nantinya dapat memberikan jalan pula terhadap sejumlah kejahatan lewat dunia maya semisal kejahatan seksual yang menyasar anak yang kurang berhasil dalam kehidupan sosialnya.
"Pintu masuknya bisa online atau tidak, begitu ada identifikasi korban yang memungkinkan dia akan masuk, nah pintu identifikasi ini yang harus kita tutup. Pengaruh internet ini sangat luar biasa memang," ucap Sitti.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·