kumparan
6 Des 2018 9:52 WIB

Kontak Tembak TNI-Polri dengan KKB Papua Masih Terjadi

Anggota TNI bersiap melakukan proses evakuasi pekerja Istaka Karya dari KKB Papua. (Foto: Dok. Pendam Cenderawasih)
Proses evakuasi pekerja PT Istaka Karya yang disandera oleh KKB (Kelompok Kriminal Bersenjata) di Papua masih berlangsung. Namun evakuasi tersebut tak berjalan mulus lantaran masih adanya tembakan dari pihak KKB.
ADVERTISEMENT
Danrem 172/PVY Kolonel Infanteri Binsar Sianipar mengungkapkan penembakan oleh KKB tersebut terjadi di di distrik Mbua, Kabupaten Nduga, Papua.
“Tadi dilaporkan dari Yigi ke Mbua, personel yang lakukan evakuasi masih diganggu oleh kelompok bersenjata dan sekarang masih kontak tembak,” ucap Binsar di Wamena, Papua, Kamis (6/12) dalam rilis pers Penerangan Kodam XVII Cendrawasih.
Proses evakuasi pekerja Istaka Karya dari KKB Papua. (Foto: Dok. Pendam Cenderawasih)
Rencananya, pagi ini aparat gabungan TNI-Polri mengevakuasi 3 pekerja Istaka Karya yang ditemukan selamat di Mbua. Ketiganya adalah Johny Agung, Tarki, dan Mateus. Petugas akan menurunkan 20 personel yang dibagi dalam 2 sorti untuk melakukan evakuasi.
“Kita akan dropping dulu, nanti beberapa personel akan bantu. Kemudian ada beberapa perlengkapan selama proses evakuasi termasuk kantong jenazah kemudian juga ada beberapa alat elektronik yang dibutuhkan selama proses evakuasi,” kata Binsar.
Barang bukti senjata yang digunakan KKB saat menyerang TNI-Polri (Foto: istimewa/BumiPapua)
Berdasar data yang dihimpun Penerangan Kodam Cendrawasih, hingga pagi ini, tercatat sudah ada 16 orang meninggal dunia. Serta ada 15 orang selamat yang terdiri tujuh orang pekerja Istaka Karya, enam orang pekerja bangunan Puskesmas Mbua, dan dua orang pekerja bangunan SMP Mbua.
ADVERTISEMENT
Sementara itu tercatat satu orang TNI gugur, dua personel dari TNI dan Polri terkena luka tembak.
“Identitas korban meninggal dunia belum teridentifikasi. Sehingga belum bisa dipastikan apakah keseluruhan 16 korban tersebut adalah karyawan PT Istaka Karya,” tambah Wakapendam XVII Cendrawasih Letnan Kolonel Dax Sianturi.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan