kumparan
1 Jun 2018 12:22 WIB

Kontribusi Grimm Bersaudara kepada Dunia

Grimm Bersaudara (Foto: Daniel C/kumparan)
Mungkin tidak banyak orang Indonesia yang mengenal duo Grimm bersaudara, Jacob dan Wilhelm Grimm. Tapi kalau tidak ada dua kakak beradik ini, mungkin masa kecil kita akan sepi dari dongeng-dongeng klasik seperti Cinderella dan Putri Salju.
ADVERTISEMENT
Adalah Grimm bersaudara yang berhasil mengumpulkan dan mendokumentasikan dongeng-dongeng tersebut agar tidak hilang dari masyarakat. Mereka pergi dari satu tempat ke tempat lain di Eropa, terutama di Jerman, untuk mendengar dongeng-dongeng lokal dan mencatatnya baik-baik sehingga masih bisa kita nikmati sampai sekarang.
Grimm bersaudara adalah akademisi asal Jerman yang hidup di abad ke-18 dan 19. Mereka belajar di Universitas Marburg, Jerman. Di universitas tersebut, mereka memulai dedikasi mereka dalam dunia peneletian mengenai sejarah awal bahasa dan literatur Jerman, termasuk cerita rakyatnya.
Munculnya pergerakkan romantisme pada abad ke-18 dalam dunia sastra, membangkitkan ketertarikan masyarakat terhadap dongeng tradisional. Grimm bersaudara pun mengembangkan sebuah metodologi yang digunakan untuk mengumpulkan dan mendokumentasikan dongeng-dongeng tersebut, yang kemudian menjadi dasar dalam studi cerita rakyat.
ADVERTISEMENT
Antara tahun 1812 sampai 1857, Grimm bersaudara menerbitkan tujuh edisi kumpulan dongeng yang berjudul Kinder- und Hausmärchen atau Anak-anak dan Cerita Rumah. Di dalamnya terdapat 211 cerita rakyat yang berhasil mereka kumpulkan, termasuk cerita tentang Rapunzel, Cinderella, Putri Salju, Hansel dan Gretel, Putri Tidur, dan masih banyak lagi.
Dongeng-dongeng yang mereka kumpulkan berasal dari Hanau, di dekat Frankfurt sampai ke Hamburg. Para pencinta dongeng dapat menelusuri jalur tersebut untuk membayangkan secara langsung kehidupan 'Si Gadis Kecil Berkerudung Merah' sampai 'Peniup Suling dari Hamelin'.
Grimm Bersaudara (Foto: Daniel C/kumparan)
Selanjutnya, pada tahun 1830-an, kedua Grimm bersaudara diangkat menjadi professor di Universitas Göttinggen, Jerman, dalam bidang literatur. Namun, jabatan tersebut harus dicopot dari mereka karena mereka menentang Raja dari Hannover yang saat itu menguasai daerah tersebut.
ADVERTISEMENT
Kontribusi besar lain dari Grimm bersaudara terhadap dunia literatur adalah pembuatan kamus besar Jerman yang tidak berhasil mereka selesaikan sebelum mereka meninggal. Mereka hanya bisa menulis sampai huruf F pada kata Frucht atau buah. Setelah mereka meninggal, banyak pihak meneruskan proyek ini dan menjadikan kamus tersebut sebagai kamus Jerman terbesar dan paling komprehensif yang pernah ada di dunia.
Kisah hidup Grimm bersaudara dapat dinikmati para penggemarnya di Grimmwelt atau Dunia Grimm di kota Kassel, Jerman. Di tempat ini dongeng-dongeng tua Grimm bersaudara termasuk perjalanan hidup mereka disajikan dalam bentuk yang modern melalui seni dan media yang interaktif.
Laporan ini ditulis oleh reporter kumparan di Jerman Daniel Chrisendo
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan