Pencarian populer

Kontroversi Pengunduran Diri Bupati Madina karena Jokowi Kalah

Dahlan Hasan Nasution. Foto: Face Book @Agoes S Oedjoenk

Bupati Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, Dahlan Hasan Nasution bikin geger. Politikus partai NasDem itu memutuskan mundur dari jabatannya secara tiba-tiba.

Keputusan mundur Dahlan diketahui publik setelah foto surat pengunduran dirinya tersebar. Dalam surat bernomor 019.6/1214/TUPIM/2019 dibuat pada 18 April 2019, Dahlan menuliskan mundur karena hasil pemilu yang tidak sesuai harapannya. Diduga karena kekalahan Jokowi di Pilpres di Madina. Namun tak disebut angka kekalahannya tersebut.

"Dengan hormat, kami maklum kepada Bapak bahwa pelaksanaan Pemilu 2019 di Mandailing Natal Sumatera Utara berjalan lancar, aman dan terkendali. Namun hasilnya sangat mengecewakan dan tidak seperti yang diharapkan," sebut isi surat itu.

Surat pengunduran diri Bupati Mandailing Natal, Sumatera Utara, Dahlan Hasan Nasution. Foto: Dok. Istimewa

Saat dikonfirmasi kumparan, Dahlan membenarkan surat pengunduran yang diajukan kepada Presiden Jokowi dan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo itu. Namun, dia menolak menjelaskan alasan pengunduran diri secara lebih detail.

Dahlan hanya menyatakan pengunduran dirinya tidak akan membuat pembangunan Kabupaten Mandailing Natal terhambat. Dia malah merasa kabupaten tersebut akan makin maju tanpa perannya.

"Manalah menghambat, lantaran sudah yakinnya rakyat apabila tidak saya pimpin, bahwa bisa dilanjutkan mereka," ujar Dahlan.

Mundurnya Dahlan ini menuai kontroversi. Pasalnya, saat ini perhitungan suara pilpres di Madina oleh KPU masih berlangsung, dan belum dipastikan apakah Jokowi benar-benar kalah di Madina.

Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo, di Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Selasa (26/3). Foto: Nadia Riso/kumparan

Sementara itu, Mendagri Tjahjo Kumolo mengaku sudah menerima surat pengunduran diri Dahlan. Namun, ia menilai alasan mundurnya Dahlan sebagai suatu hal yang tak lazim.

"Tapi alasan mundur ini sangat tidak lazim, sehingga akan mencederai amanat masyarakat yang telah memilih yang bersangkutan secara langsung," kata Tjahjo kepada kumparan, Minggu (21/4).

Tjahjo menyatakan pengajuan surat itu tidak tepat. Sebab seharusnya surat pengunduran diri ditujukan kepada DPRD Mandailing Natal.

"Secara prosedural alamat surat ini tidak tepat. Harusnya ditujukan kepada DPRD untuk selanjutnya diteruskan kepada Mendagri melalui Gubernur Sumut," ucapnya.

Ia mengungkapkan, akan memanggil Dahlan sebelum menerima pengunduran dirinya.

"Kita pelajari dan panggil yang bersangkutan bersama Pemprov Sumut," ucap Tjahjo.

Tjahjo ingin mengklarifikasi alasan mundurnya Dahlan. Apalagi isu yang beredar, Dahlan mundur karena capres no urut 01 Jokowi kalah di wilayahnya.

"Karena alasan mundurnya bisa jadi blunder terhadap hasil Pilpres," ungkap dia.

Ilustrasi Partai Nasdem Foto: Fitra Andrianto/kumparan

Mundurnya Dahlan juga ditanggapi oleh partai tempatnya bernaung, NasDem. Ketua DPW NasDem Sumatera Utara, Iskandar ST, menyayangkan keputusan kadernya tersebut.

Padahal, menurut Iskandar, Dahlan adalah kader yang berintegritas dan berprestasi yang sudah membangun Madina.

"Saya melihat beliau adalah orang yang sangat berintegritas dan beliau ini adalah orang yang sangat mencintai Madina" ujar Iskandar ST kepada kumparan, Minggu (21/4).

Iskandar menilai, alasan di balik mundurnya Dahlan karena tanggung jawab moral yang dimiliki.

"Menurut saya (keputusan diambil) karena secara moral, dia merasa pemerintah jaman Pak Jokowi banyak membangun Madina," tutur Iskandar.

Direktur Materi dan Debat BPN Prabowo-Sandi, Sudirman Said, saat di konferensi pers BPN Prabowo-Sandi di Media Center BPN, Jakarta, Senin (18/2). Foto: Nugroho Sejati/kumparan

Di sisi lain, mundurnya Dahlan ikut ditanggapi oleh kubu paslon 02 Prabowo-Sandiaga. Direktur Materi dan Debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Sudirman Said, menganggap mundurnya Dahlan sebagai bukti adanya keterlibatan aparat pemerintah daerah dalam upaya pemenangan Jokowi.

“Ini adalah contoh bahwa memang aparat mengalami tekanan-tekanan, tidak mungkin tidak ada masalah kalau dia tidak mundur. Jadi tiba-tiba mundur ini suatu yang harus dikajilah,” ujar Sudirman di Jalan Pulombangkeng, Jakarta Selatan, Minggu, (21/4).

Sudirman mengaku sudah membaca surat pengunduran diri tersebut. Ia merasa prihatin bila surat itu bukan hoaks. Sebab, surat pengunduran diri membuat kecurigaan keterlibatan aparat dalam pemenangan Jokowi semakin besar.

“Mudah-mudahan suratnya benar bukan hoaks, tetapi kalau itu terjadi itu kita perlu prihatin juga, sebabnya apa kok tidak sesuai harapan kemudian mundur. Apakah ada janji, apakah ada perjanjian bahwa harus menang kalau kalah kemudian mundur,” kata Sudirman.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Selasa,21/05/2019
Imsak04:25
Subuh04:35
Magrib17:47
Isya19:00
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.21