Pencarian populer

Korut Pulangkan 55 Jasad Tentara AS Korban Perang Korea

Korea Utara pulangkan jasad tentara AS yang tewas saat Perang Korea (Foto: Kim Hong-ji/Reuters)

Korea Utara memulangkan 55 jasad tentara Amerika Serikat korban Perang Korea pada Jumat (27/7). Pemulangan ini adalah salah satu janji pemimpin Korut Kim Jong-un dalam pertemuan dengan Presiden AS Donald Trump Juni lalu di Singapura.

Diberitakan Reuters, puluhan sisa-sisa jasad itu diletakkan di dalam peti mati kecil dan dibawa dengan prosesi militer yang penuh hormat ke bandara kota Wonsan di timurlaut Korut. Di bandara itu, kapal transportasi militer AS telah menunggu.

Korea Utara pulangkan jasad tentara AS yang tewas saat Perang Korea (Foto: Kim Hong-ji/Reuters)

Peti-peti kecil yang diselubungi bendera biru-putih PBB lantas dibawa satu per satu oleh tentara dalam formasi baris berbaris. Rencananya, serah terima resmi jasad-jasad itu ke pemerintah AS akan dilakukan di Osan pada Rabu mendatang.

Langkah ini menuai pujian dari Trump di akun Twitternya. Dia menyatakan terima kasih terhadap Kim Jong-un.

"Setelah bertahun-tahun, ini adalah momen yang luar biasa bagi para keluarga. Terima kasih Kim Jong-un," tulis Trump.

Pujian yang sama disampaikan dalam pernyataan Gedung Putih: "Kami tersentuh dengan tindakan Korea Utara dan momentum yang positif untuk perubahan."

Jasad-jasad itu pekan depan akan diterbangkan ke Hawaii untuk pemrosesan lebih lanjut. Pemulangan jasad ini bertepatan dengan peringatan 65 tahun kesepakatan gencatan senjata Perang Korea pada 1953.

Korea Utara pulangkan jasad tentara AS yang tewas saat Perang Korea (Foto: Kim Hong-ji/Reuters)

Ada lebih dari 7.700 tentara AS yang ikut bertempur dalam Perang Korea tersebut. Sekitar 5.300 tentara AS hilang di wilayah yang saat ini menjadi Korea Utara.

Upaya pemulangan jenazah tentara AS telah dilakukan sejak 1996 dan terhenti pada 2005 setelah Korut mengembangkan senjata nuklir. Sebelumnya telah 400 peti mati tentara AS dipulangkan antara tahun itu. Masih ada 330 jasad tentara Amerika lainnya yang belum diketahui nasibnya.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.23