kumparan
25 Apr 2019 10:12 WIB

Koster soal Pendukung Jokowi Depresi: Percaya Saja Hasil Survei

Ketua DPD PDIP I Wayan Koster. Foto: Denita BR Matondang/kumparan
Sebanyak 5 orang pendukung paslon nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf menjalani terapi depresi ringan. Mereka merasa depresi terhadap pemilu dan hasil pemungutan suara sementara.
ADVERTISEMENT
Menanggapi hal ini, Ketua DPD PDIP Bali, I Wayan Koster, meminta agar para pendukung Jokowi tidak perlu depresi. Ia mengimbau mereka untuk mempercayai hasil penghitungan KPU. Sebab, Koster yakin paslon Jokowi-Ma'ruf Amin dapat meraih suara hingga di atas 55 persen.
"Enggak usah stres. Namanya juga hoaks, kok percaya. Percaya saja sama hasil survei 55 persen. Saya yakin nanti hasil akhirnya adalah KPU hitung real, setelah final nanti di atas 55 persen," kata Koster di Kantor Gubernur Bali, Kamis (25/4).
Pria yang menjabat sebagai Gubernur Bali itu juga mengimbau agar para pendukung sabar menunggu hasil penghitungan akhir. Ia juga meminta mereka untuk tidak merayakan secara berlebihan jika hasil penghitungan suara sudah keluar.
ADVERTISEMENT
"Sabar tunggu hasil perhitungan terakhir. Tidak perlu euforia berlebihan, rayakan kemenangan segala macam, bersyukur saja. Bila perlu bersyukurnya di Pura, berterima kasih bersama Ida Bhatara (Tuhan) yang sudah memberikan jalan yang baik sehingga Pemilu Serentak 17 April berjalan dengan aman, nyaman, damai, dan sukses, lancar, dan semua. Dan yang penting Pak Jokowi menang 92 persen di Bali dan PDIP 57,8 persen," jelasnya.
Dokter psikater RSUD Wangaya I Gusti Rai Putra Wiraguna di Rumah Berdaya, Jalan Raya Sesetan, Denpasar, Bali. Foto: Denita BR Matondang/kumparan
Sebelumnya, dokter psikiater di RSUD Wangaya, I Gusti Rai Putra Wiraguna, mengatakan proses terapi cegah depresi tengah dilakukan terhadap lima orang pendukung itu.
"Pokoknya korban pemilu deh, kebanyakan pendukung 01, enggak tahu juga mengapa. Saking fanatik terhadap calon, saya tangani di RSUD Wangaya ada 2 orang, di praktik (klinik di rumah) ada 3 orang, " kata dia, Rabu (24/4).
ADVERTISEMENT
Para pendukung ini merasa depresi terhadap pemilu dan hasil penghitungan suara sementara. Lima orang itu mengaku cemas karena melihat sejumlah pemberitaan mengenai klaim kemenangan paslon 01 dan paslon 02, sejumlah berita hoaks, hingga perang komentar di media sosial.
Di antara para pendukung ini malah sampai ada yang izin cuti dari pekerjaannya demi bisa melototi televisi atau media sosial. Tujuannya adalah untuk mengikuti perkembangan hasil suara pilpres.
Di media sosial, mereka juga curhat soal adanya akun provokatif yang selalu membahas soal pilpres.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan