kumparan
11 Jul 2018 17:13 WIB

KPAI: Masyarakat Banyak Tertipu Bahwa Susu Kental Manis Baik Bagi Anak

Susu Kental Manis bukan susu (Foto: Pranamya Dewati/kumparan)
Produk susu kental manis telah beredar di masyarakat sejak puluhan tahun silam. Selama ini, masyakat menganggap produk tersebut layak diminum sebagai susu pertumbuhan anak.
ADVERTISEMENT
Komisi Perlindungan Anak Indonesia menilai, sejak susu kental manis muncul banyak masyarakat salah persepsi dengan menjadikannya susu bernutrisi bagi anak-anak.
“Kebanyakan mereka tertipu dengan iklan, di mana SKM tersebut dilarutkan dengan air kemudian di minum seperti susu. Mereka tidak membaca kandungan yang terdapat di komposisi SKM,” kata Komisioner KPAI Bidang Kesehatan dan Napza, Sitty Hikmawatty, di kantor pusat KPAI, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (11/7).
Dalam beberapa kasus, susu kental manis juga dimanfaatkan sebagai pengganti ASI bagi bayi yang baru lahir. Sitty menilai konsumsi susu kental manis pada bayi dianggap dapat menganggu pertumbuhannya.
“Jadi yang terkandung dalam SKM tersebut merupakan karbohidrat jenuh. Padahal pada pertumbuhan bayi dia belum bisa menerima itu. Memang jadi gendut, tetapi tidak sehat karena pertumbuhan selnya tidak optimal,” jelas Sitty.
ADVERTISEMENT
Untuk menindaklanjuti kesalahan persepsi, KPAI mendesak pemerintah termasuk produsen untuk mengganti penyebutan produk susu kental manis. Pasalnya, jika masih ada kata 'susu', masyarakat masih bersepsi susu kental manis merupakan minuman yang baik untuk dikonsumsi.
“Boleh diiklankan, boleh dipasarkan. Tapi diberi penjelasan, bahwa produk tersebut digunakan untuk toping makanan,” pungkas Sitty
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan