kumparan
13 Sep 2018 11:01 WIB

KPK Kembali Panggil Eks Direktur PLN Nicke Widyawati

PLT Dirut Pertamina Nicke Widyawati. (Foto: Puti Cinintya Arie Safitri/kumparan)
Penyidik KPK kembali menjadwalkan pemeriksaan terhadap Direktur Utama PT Pertamina Nicke Widyawati di kasus dugaan suap Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Riau-1. Nicke akan diperiksa dalam kapasitasnya sebagai mantan Direktur Pengadaan strategis 1 PT PLN.
ADVERTISEMENT
"Hari ini,direncanakan penjadwalan ulang dua saksi dalam kasus PLTU Riau-1 untuk tersangka EMS (Eks Wakil Ketua Komisi VII Fraksi Golkar, Eni Maulani Saragih) dan IM (eks Sekretaris Jenderal Golkar, Idrus Marham), yaitu Nicke Widyawati dan Samin Tan dari pihak swasta," ujar juru bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Kamis (13/9).
Mantan Menteri Sosial RI, Idrus Marham usai diperiksa penyidik KPK terkait kasus dugaan suap PLTU Riau-1, Jumat (7/9/2018). (Foto: Eny Immanuella Gloria)
Ini merupakan penjadwalan ulang bagi Nicke dari panggilan penyidik sebelumnya pada Senin (3/9) lalu. Ketika itu, dia mangkir dari panggilan tersebut.
Dari pemeriksaan Nicke, penyidik akan menelusuri soal bagaimana proyek tersebut ketika masih dalam perencanaan. "Keterangan kedua saksi tersebut dibutuhkan dalam penyidikan yang sedang berjalan," kata Febri.
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI nonaktif, Eni Maulani Saragih, menjalani pemeriksaan lanjutan di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (12/9/2018). (Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan)
Kasus ini terungkap dari operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada 12 Juli 2018. Eni diduga menerima suap Rp 4,8 miliar dari pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited, Johannes Budisutrisno Kotjo, untuk mempengaruhi manajemen PLN agar Blackgold ikut dalam proyek PLTU Riau-1.
ADVERTISEMENT
Dalam perkembangannya, KPK turut menjerat Idrus Marham sebagai tersangka. Idrus diduga dijanjikan uang USD 1,5 juta oleh Johannes Kotjo untuk mendorong terjadinya kesepakatan kerja sama PLTU Riau.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan