kumparan
8 Apr 2019 15:33 WIB

KPK: Korupsi Dimulai Rp 1, Melanggar Lalu Lintas Juga Korupsi

Pengendara motor yang melanggar lalu lintas. Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan
Korupsi dapat dilakukan siapapun dan dalam bentuk apapun. Wakil Ketua KPK Saut Situmorang menyebut tindak pidana korupsi dapat hadir dari bentuk paling sederhana, semisal melanggar lalu lintas.
ADVERTISEMENT
"Korupsi itu dimulai dari Rp 1. Kamu melanggar lampu lalu lintas korupsi juga," ujar Saut di gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (8/4).
Menurut Saut, korupsi bukan hanya dalam bentuk penyelewengan dana miliaran rupiah, namun juga nilai dan bentuk yang sangat kecil. Ia pun meminta masyarakat untuk tak melakukan budaya korupsi dengan nilai yang sangat kecil.
"Untuk membikin negara ini (Indonesia) benar-benar bersih, yang saya katakan harus extraordinary crime, zero tolerance. Anda enggak boleh toleran (dengan korupsi) 1 dolar pun," imbuh Saut.
Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang saat memberikan keterangan pers terkait perbaikan sistem lapas, di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (19/3). Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan
Selain itu, Saut mengatakan, penanganan korupsi tak melulu memanfaatkan fungsi penindakan, namun juga menjalankan fungsi pencegahan.
"Jadi tidak hanya menghukum saja dan kompetensinya bukan di KPK, of course kita law inforcement. (Tapi) Ada juga pintu pencegahannya," kata Saut.
ADVERTISEMENT
Oleh karena itu, Saut mendorong adanya inovasi lain yang memang dikhususkan dalam penanganan korupsi di Indonesia. Sebab menurutnya, penanganan korupsi selama ini dianggap belum ampuh dalam memberantas korupsi.
"Mari kita lakukan inovasi-inovasi besar yang extraordinary ever, jangan ordinary ever. Ini kan kita masih ordinary ever," sambungnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan