KPK Periksa Eks Suami Tamara Bleszynski terkait Korupsi Dermaga Sabang
15 September 2018 2:40 WIB
0
0
Teuku Raffly Pasha , KPKTeuku Raffly Pasha memenuhi panggilan penyidik KPK (Foto:Aprilandika Pratama/kumparan)
Pengusaha Teuku Rafly Pasha diperiksa keterkaitannya dengan dengan kasus korupsi pelaksanaan proyek pembangunan dermaga Sabang yang dibiayai APBN Tahun anggaran 2006 hingga 2010. Dalam perkara tersebut KPK menetapkan dua perusahaan yaitu PT Nindya Karya dan PT Tuah Sejati sebagai tersangka.
Teuku Rafly yang mulai diperiksa sekitar 14.00 WIB keluar dari Gedung KPK pukul 23.05 WIB. Kepada awak media, mantan suami artis Tamara Bleszynski itu mengatakan setidaknya ada sekitar 20 pertanyaan yang dilontarkan penyidik KPK kepadanya.
"(Sekitar) 20-an (pertanyaan) lah," ujar Teuku Rafly, Jumat (14/9).
Kendati demikian ia enggan merinci pertanyaan terkait apa yang banyak ditanyakan penyidik kepadanya dalam proses pemeriksaan. "Nanti detailnya ditanya aja ke penyidik. Insyallah (sudah saya jelaskan) nanti ditanyakan langsung saja deh," kata Rafly.
Secara terpisah, juru bicara KPK Febri Diansyah menyebut penyidik tengah mendalami terkait pembelian sebuah aset properti di Kemang. "Diklarifikasi penyidik terkait kronologis pembelian rumah di Kemang," kata Febri.
KPK meyakini bahwa properti yang dibeli oleh Rafly, masih atas kepemilikan PT Tuah Sejati yang notabenenya tersangka dalam kasus ini.
"Yang bersangkutan menyampaikan membeli dari pengembang. Kami menduga, aset tersebut sebelumnya telah dibeli oleh PT. TS (Tuah Sejati yang jadi tersangka dalam kasus ini," papar Febri.
Sebelumnya, KPK telah menetapkan PT Tuah Sejati dan PT Nindya Karya sebagai tersangka korporasi proyek pembangunan dermaga Sabang tahun anggaran 2006-2010.
Penetapan PT Nindya Karya sebagai tersangka merupakan pengembangan dari kasus yang menjerat mantan Kepala PT Nindya Karya cabang Sumatera Utara dan Nanggroe Aceh Darussalam, Heru Sulaksono. Heru sudah dihukum selama 9 tahun penjara pada tahun 2014 silam.
PT Nindya Karya dan PT Tuah Sejati melalui Heru Sulaksono diduga telah melakukan korupsi dalam proyek pembangunan dermaga pada kawasan pelabuhan dan perdagangan bebas Sabang yang dibiayai APBN Tahun Anggaran 2006-2011. Total nilai proyeknya adalah sebesar Rp 793 miliar.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan, isi tulisan sepenuhnya menjadi tanggung jawab redaksi. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2018 © PT Dynamo Media Network
Version: web: