kumparan
11 Jan 2019 17:40 WIB

KPU: Batas Revisi Visi Misi Sebelum Masa Kampanye

Komisiner KPU, Hasyim Asyari saat ditemui di Kantor KPU, Rabu (2/1). (Foto: Rafyq Alkandy Ahmad Panjaitan/kumparan)
Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hasyim Asyari menjelaskan alasan penolakan revisi Prabowo-Sandi. Menurut Hasyim, perubahan visi misi itu mestinya telah dilakukan sebelum memasuki masa kampanye.
ADVERTISEMENT
"Paslon capres cawapres untuk dapat memperbaiki atau merevisi atau melakukan beberapa perubahan-perubahan, batasnya kapan, sampai sebelum masa tahapan kampanye," kata Hasyim di Kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (11/1).
Sebab, Hasyim menerangkan, visi misi pasangan calon adalah bagian yang akan dikampanyekan. Sehingga, perlu ada konsistensi pada pasangan calon.
"Masuk masa kampanye peserta pemilu sudah boleh, sudah mulai kampanye itu kan yang disampaikan apa sih, kampanye visi misi program pasangan calon. Sehingga konstistensi itu menjadi penting," terangnya.
Hasyim berpandangan, kalau visi misi paslon berubah-ubah, audiens atau pemilih akan bertanya mana visi misi yang asli dan mana yang bukan.
"Itu yang jadi persoalan. Jadi, istilahnya yang bener, tidak ada istilah penolakan, itu enggak ada," tuturnya.
ADVERTISEMENT
Secara dokumen, KPU berpedoman pada visi misi yang sudah didaftarkan, namun jika disampaikan paslon Prabowo-Sandi berbeda, itu merupakan hak dari tim Prabowo-Sandi. Hasyim menganggap itu lebih pada strategi paslon.
"Strategi calon, tanya calon jangan tanya ke KPU," tegas Wahyu.
Sebelumnya, Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan, tidak banyak perubahan substansi terkait visi misi yang baru saat ini dengan yang sebelumnya.
Namun, perubahan tersebut didasari beberapa alasan. Salah satunya menggunakan bahasa yang lebih muda dimengerti masyarakat dan stakeholder lainnya.
“Tidak banyak yang berubah. Intinya Pak Prabowo dan Bang Sandi ingin ada perbaikan pada 4 hal. Pertama, bahasa yang mudah dipahami oleh rakyat,” kata Dahnil kepada kumparan, Kamis (10/1).
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan