kumparan
26 Mar 2019 20:30 WIB

KPU Jawab Amien Rais Soal Jin di Hotel Borobudur

Amien Rais saat menjadi pembicara pada Seminar Bongkar Karut Marut DPT di Gedung Nusantara DPR RI, Jakarta, Selasa (26/3). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
KPU merespons pernyataan yang disampaikan oleh anggota Dewan Kehormatan PAN Amien Rais yang menolak penghitungan suara Pemilu 2019 dilakukan di Hotel Borobudur. KPU menegaskan rekapitulasi suara Pemilu 2019 dilakukan di Kantor KPU Menteng, Jakarta Pusat.
ADVERTISEMENT
"Tempat rekapitulasi hasil pemilu nasional, Pemilu 2014 itu di Kantor KPU RI, 2019 nanti pun insyaAllah dilakukan di kantor KPU RI," kata Komisioner KPU Viryan Azis saat dikonfirmasi, Selasa (26/3).
KPU menegaskan proses rekapitulasi penghitungan suara Pemilu 2019 digelar dalam rapat pleno terbuka. Sehingga masyarakat dapat melihat secara transparan proses rekapitulasi penghitungan suara itu.
"Prinsipnyakan mekanisme rapat plenonya dilakukan secara terbuka, jadi tempat yang lebih memungkinkan nggak ada masalah," tegas Viryan.
KPU memastikan penentuan lokasi penghitungan suara di Kantor KPU bukan berdasarkan intervensi dari pihak luar KPU. Penentuan itu berdasarkan hasil rapat internal anggota KPU.
"Enggak akan di Hotel Borobudur, KPU sudah memutuskan di kantor KPU RI, ini sebenarnya enggak ada masalah tempat dimanapun. Tetapi KPU membahas kemarin rapat internal di kantor KPU, ini tidak ada kaitannya dengan pihak yang akan minta di mana, menolak di mana ini tidak ada kaitannya," tutup Viryan.
Komisioner KPU Viryan Azis. Foto: Fadjar Hadi/kumparan
Amien Rais menolak perhitungan suara pemilu serentak 2019 dilakukan di Hotel Borobudur, seperti yang selama ini dilakukan. Amien menuding Hotel Borobudur banyak jin dan genderuwo.
ADVERTISEMENT
"Besok perhitungan hasil pemilu jangan pernah di Hotel Borobudur. Mereka banyak jin, banyak genderuwo di sana," ujar Amien di Gedung Nusantara DPR RI, Jakarta, Selasa (26/3).
Amien meminta agar perhitungan suara sebaiknya dilakukan di kantor KPU atau di gedung DPR. Menurutnya, kedua tempat tersebut menjadi lokasi yang aman dari potensi kecurangan yang mungkin terjadi.
"Lebih baik di KPU atau di DPR. Sekali-kali jangan di Hotel Borobudur. Saya tahu di sana banyak sekali hacker dan lain-lain. Jadi kita yang sadar, jangan pernah di Borobudur, apa Borobudur itu? Lebih baik di KPU atau DPR, itu yang paling penting hari ini," tegasnya.
Menurutnya, Hotel Borobudur menjadi lokasi yang rawan kecurangan karena menjadi tempat perhitungan suara secara terus menerus. Dia menyebut, di Hotel Borobudur terdapat hacker yang memungkinkan adanya terjadi kecurangan.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan