kumparan
21 Jan 2019 17:54 WIB

KPU Tak Masalah Paslon Bawa Contekan: Apa Mungkin Data BPS Dihafalkan?

Komisioner KPU RI, Wahyu Setiawan di Gedung KPU RI, Jakarta, Kamis (30/08/2018). (Foto: Nadia K Putri)
Konsep debat perdana Pilpres 2019 masih jadi sorotan, salah satunya soal para kandidat yang membawa catatan. KPU menilai, membawa catatan dalam debat itu tak melulu diartikan negatif. Sebaliknya, catatan itu bisa membantu kandidat menyampaikan data valid dan penting untuk diketahui masyarakat.
ADVERTISEMENT
“Sekarang bayangkan kalau paslon itu menjelaskan data, yang sumbernya dari BPS, apa mungkin itu dihafalkan. Sehingga kita juga bijaklah, catatan itu tidak selalu konotasinya negatif, dan mereka boleh mencatat di situ,” kata Komisioner KPU Wahyu Setiawan di Kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Senin (21/1).
“Terus tentang contekan, kita luruskan. Kalau menurut saya paslon itu dipersilakan untuk membawa catatan, membawa dokumen, kalau kita cermati debat-debat di Amerika itu, juga ada meja kecil berisi dokumen,” tambah dia.
Wahyu mengatakan, alangkah baiknya para paslon juga menjelaskan setiap gagasanya ke publik didukung dengan data yang valid sehingga jelas sumbernya. Di sisi lain, kandidat tak mungkin hafal seluruh data dan menyampaikan saat debat, tanpa membawa catatan.
ADVERTISEMENT
“Kalau paslon menjelaskan gagasannya kemudian didukung dengan data yang valid lalu mengutip data BPS (Badan Pusat Statistik) mislnya, itu tidak apa-apa, itu menurut saya lebih baik paslon menyampaikan pernyataan-pernyataan berdasarkan data,” jelasnya.
“Ini kan disaksikan seluruh rakyat indonesia sehingga harapan kita data-data yang disampaikan paslon dan visi-misinya dalam debat itu ya data-data yang berdasar,” pungkasnya.
Infografik, 5 Kali Debat Pilpres. (Foto: Nunki Lasmaria Pangaribuan/kumparan)
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan